Jakarta, NAWA CITA POST.com - Dibalik terbakarnya Pabrik Porto yang memproduksi sandal diwilayah Kapuk Muara, Penjaringan Jakarta ternyata menyisakan cerita lain dimasyarakat.
Masyarakat menilai pabrik yang mempunyai ratusan karyawan dan berdiri ditengah pemukiman masyarakat hampir tidak mempekerjakaan masyarakat setempat. Hal ini sangat disayangkan oleh masyarakat setempat.
"Seharusnya mereka bisa mengakomodir karyawan dari wilayah juga, jangan semua karyawan dari luar limbah kita mungkin yang rasakan tapi timbal balik buat masyarakat sekitar nyaris tidak ada" kata Haryono anggiota LMK Kapuk Muara.(15,/09/2023).
Beliaupun menambahkan pabrik sebesar itu ( Porto red). seharusnya mempunyai hidrant air sebagai antisipasi kebakaran.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, kobaran api besar dan kepulan asap terlihat mengepung sekitar pabrik. Puluhan karyawan pabrik berhamburan keluar.
Warga sekitar pabrik juga berupaya menyelamatkan sejumlah barang berharga dan meninggalkan tempat tinggalnya. Hal ini dilakukan mengantisipasi kebakaran merembet ke tempat tinggalnya.
Dalam kebakaran ini, Sudin Gulkarmat Jakarta Utara mengerahkan sebanyak 20 unit (18 unit Jakarta Utara dan 2 unit Jakarta Barat) serta 100 personel sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman.<span;>( Apen Sodikin)