Jakarta, NAWACITA POST.Com- Banjir akibat hujan deras yang terjadi sepanjang Sabtu pagi masih menyisakan banjir di wilayah Kapuk Muara, Penjaringan Jakarta Utara, Sabtu ( 08/02/2025).
Wilayah yang masih tergenang diantaranya di wilayah RW 01, ketinggian air diperrkirakan mencapai 50 CM. Menurut warga air yang menggenang di wilayahnya lambat surut walaupun pompa yang ada di Kapuk selalu bekerja maksimal.
Ini diakibatkan tidak meratanya pengaspalan jalan yang berada diwilayah RW 01, "Air biasanya cepat surut tapi saat ini wilayah kami sedikit lama mungkin karena jalan aspal yang beda tinggi, RT 03 dan RT 04 lebih rendah jadi air ngantong disini, akibat kali Cagak ha bisa namlung air lagi" kata Maryati warga Kapuk Muara.
Diketahui selain Muara angke dan Muara Baru kelurahan Kapuk Muara menjadi langganan banjir ketika musim hujan, selain wilayahnya yang dekat dengan aliran sungai juga disebabkan oleh perumahan warga yang lebih rendah dibandingkan jalan raya dan sungai.
Bukan masalah banjir saja, Kapuk Muara pun terkenal dengan darurat sampah, Tempat Penampungan Samoah Sementara( TPSS) yang berada di RW 01 sudah tidak bisa menampung sampah, sampah berceceran ke jalan dan ketika musim hujan menimbulkan bau busuk warga dan pengguna jalan.
Hal sama terjadi di deoan Jembatan DUta Harapan Indah tepatnya jalan Masuk Kapuk Muara Raya, tunpukan sampah meluber ke jalan dan disayangkan sampah bukan berasal dari warga Kapuk Muara tapi dari daerah lain sengaja dibuang ke TPSS yang ada di RW 04 Kelurahan Kapuk Muara.
" Sampah sangat mengganggu, bau dan setiap pagi menutupi jalan sampah bukan warga kami tapi sampah pasar yang dibuang menggunakan gerobak dari daerah lain," kat Mulyadi ( 08/02/2025).