Jakarta, NAWA CITA POST.com -- Masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya warga Kedungwaringin bisa bangga sebab pembangunan SMPN 2 Kedungwaringan sudah masuk tahap pengerjaan.
Bangunan yang diperkirakan menelan biaya 5 Miyar tersebut rencananya bisa menampung ratusan calon siswa setingkat SMP.
Menurut anggota DPRD Komisi IV dari FPKS , Pembangunan gedung SMP 2 Kedungwaringin sebagai upaya pemerintah untuk memberikan tempat belajar bagi masyarakat dalam rangka pembelajaran wajib belajar sembilan tahun.
" Ini upaya pemerintah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masayarakat terutama di bidang pendidikan," kata Hanum ( 06/08/2023).
Hasil dari liputan Nawacitapost.com pengerjaan baru pada pengecoran yang dilakukan secara manual tanpa memperhatikan kekuatan pondasi sebagai pijakan bangunan, para pekerja tidak menggunakan alat pelindung dan nyaris tanpa pengawasan.
" Ya pak kita pakai alat manual aja soalnya truk molen tidak bisa lewat jalan menuju lokasi, untuk masalah keselamatan kerja seperti yang bapak lihat apa adanya" kata salah satu pekerja.
Sementara itu pakar Hukum Tata Negara Jundi, SH memgatakan bahwa Kabupaten Bekasi dulu sangat viral mengenai toilet Sultan dimana pembangunan toilet sekolah yang hampir menelan biaya milyaran diduga di Mark Up oleh oknum dan kasus sampai ke KPK
" Penanganan kasus korupsi pengadaan WC untuk sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi atau yang kerap disebut korupsi WC Sultan masih terus berjalan.,Pelaksana tugas Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan kepada pegiat anti korupsi dan penyelidik sebentar lagi hampir menuntaskan kerjanya," katanya.
Jundi mengatakan, masyarakat harus berani melaporkan setiap pelanggaran yang dilakukan oleh oknum kontraktor apalagi kegiatan yang menggunakan kas negara.
"Laporkan saja jika ada pelanggaran apalagi jika kegiatan menggunakan KAS Negara," tambahnya.