berita-peristiwa

Tutup KKN di Dukuh Menanggal, Dosen dan Mahasiswa UWKS Panen Selada

Sabtu, 17 Juni 2023 | 16:20 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dosen dan Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) di RW07 Dukuh Menangal Gayungan Surabaya, hari ini resmi ditutup.

Secara simbolis, KKN ditutup dengan Panen sayuran Sawi para dosen dan mahasiswa UWKS bersama warga RW07 Dukuh Menanggal.

Kepada awak Nawacitapost.com, Dr. Ir. Dwi Harjanta, MS, dosen Fakultas Pertanian UWKS menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang sudah mahasiswa adalah mendukung program-program yang sudah dilakukan oleh RW dalam rangka zero waste management.

"RW07 sudah melaksanakannya, misalnya untuk sampah anorganik sudah dikelola melalui bank sampah," terang Dwi Harjanta didampingi Akhmad Taufik biro Humas UWKS.

"Kemudian yang sampah organik baik yang itu sampah daun maupun yang sampah apa makanan itu sudah dikelola melalui BSF dengan Magot dan ada pula yang dicacah dimasukkan ke biopori jumbo maupun Takakura," bebernya, Sabtu 17 Juni 2023.

-


Selain itu, dukungan para mahasiswa juga diwujudkan dengan sebuah inovasi sebagai alternatif pengomposan sampah daun yaitu dengan metode pengomposan Dewijaya.

Dewijaya sendiri merupakan metode pengomposan temuan dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Mahasiswa KKN juga berinisiatif membagikan Tong sampah sebagai tempat pengumpulan dedaunan seminggu sekali yang kemudian dilakukan pengomposan.

"Kantong pengomposan sudah berjalan dan kita sudah beberapa kali panen kompos," ungkap pak Dosen.

Lanjut Dwi, Kompos yang dipanen sudah di manfaatkan untuk pupuk hutan farming kampung yang menanam 3 jenis tanaman, cabe, terong dan selada. "Yang hari ini kita panen adalah tanaman selada," ujarnya.

-


Menurut Dwi, tak hanya untuk KKN, kegiatan ini nantinya akan berkelanjutan sebagai dukungan kampus UWKS untuk program ketahanan pangan.

"KKN sudah selesai, tapi program ini akan dilanjutkan warga, dan kami dari UWKS siap untuk selalu mendapmpingi," ucap Dwi Harjanta, mengakhiri.

Disisi yang sama, Ken William salah satu peserta KKN dari Fakultas Pertanian jurusan Agroteknologi menjelaskan terkait metode pengomposan Dewijaya.

"Sebenarnya cukup simple, metode Dewijaya itu pengomposan dengan cara diberi larutan EM4 yang sudah dicampur dengan air dan gula, terus ditutup kembali, dijaga kelembapannya dengan disiram air setiap hari dan setelah 90 hari baru bisa dipanen," terang Ken.

Dengan kegiatan KKN ini, harapan dari mahasiswa adalah program pengumpulan sampah tetap dijalankan sehingga pengabdian mahasiswa dan para Dosen UWKS dapat menjadi manfaat untuk masyarakat.

-


Maish di lokasi yang sama, Bpk. Yudi ketua RW07 Dukuh Menanggal mengaku, dengan adanya KKN ini, warga jadi tergerak dan lebih bersemangat untuk mengumpulkan daun-daun kering.

"Daun kering itu dipakai sebagai bahan mentah atau bahan utama komposter Dewijaya," katanya.

Yudi juga menjelaskan, program komposter ini sebenarnya sudah dilakukan warga RW07 kurang lebih selama 2 tahun ini.

-


"Berawal dari lomba Green and Clean Pemkot Surabaya, kemudian kita tidak mengikuti Surabaya smart City, dan kita masuk rangking 75 besar. Hingga kemudian kami juga di ikut sertakan dalam program Proklim (Program Kampung iklim dari Kementerian lingkungan hidup)," jelas pak RW07.

"Saat ini, warga juga sedang bersemangat untuk menanam tanaman hidroponik, ditampung oleh koperasi dan itu dijual. Ada selisih harga yang bisa dibagi ke warga, kemudian sisanya masuk kas RT masing-masing," urainya.

Ia berharap, kegiatan-kegiatan ini dapat meningkatkan ketahanan pangan warga.

"Terima kasih kepada para Dosen dan Mahasiswa UWKS, semoga pasca KKN ini, warga akan lebih bersemangat untuk mengelola sampah dan lebh peduli dengan ketahanan pangan kedepannya," tukas Yudi ketua RW07 Dukuh Menanggal. (BNW)

Tags

Terkini