berita-peristiwa

Pelatihan Sertifikat Laik Fungsi: Langkah Nyata PAPTI Jatim Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pengkaji Teknis

Selasa, 17 Desember 2024 | 14:27 WIB

NAWACITAPOST.COM – Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pengkaji teknis, Perkumpulan Ahli Pengkaji Teknis Indonesia (PAPTI) Jawa Timur menggelar pelatihan laporan kajian teknis Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (17/12/2024) di Hotel Primebiz Surabaya.

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang prosedur penerbitan SLF sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021. Kegiatan ini dirancang untuk memastikan bangunan gedung memenuhi standar keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Mewakili Kepala Dinas DPRKP Cipta Karya Jawa Timur, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi, Wawan Cahyoko, menyampaikan pentingnya pelatihan ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan.
“Pelatihan ini sangat strategis dalam meningkatkan kapasitas tenaga pengkaji teknis, yang menjadi garda terdepan untuk menjamin kualitas dan keamanan pembangunan gedung di wilayah Jawa Timur,” ujar Wawan.

Ia menegaskan, SLF bukan hanya sekadar dokumen administratif, melainkan komitmen dalam memastikan bangunan layak fungsi. "Laporan kajian teknis adalah dasar evaluasi kelayakan fungsi bangunan gedung, sehingga harus disusun secara profesional dan akurat," tambahnya.

Ketua Umum PAPTI, Gatut Prasetyo, menyebutkan bahwa pelatihan ini mencakup berbagai aspek teknis, seperti pengisian SIMBG, daftar simak teknis, tinjauan lapangan, hingga penyusunan laporan kajian teknis.

"Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh bangunan di Jawa Timur memenuhi standar keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan," jelas Gatut.

Gatut juga menjelaskan tugas utama pengkaji teknis sebagaimana diatur dalam PP 16/2021, yaitu melakukan pemeriksaan pemenuhan standar teknis, perpanjangan SLF, hingga pemeriksaan pasca-bencana. "Peran ini bisa dilakukan oleh individu atau badan usaha konsultan, tergantung tingkat risiko bangunan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga profesi, dan industri untuk menghasilkan solusi inovatif di tengah kompleksitas pembangunan. “Kami berharap pelatihan ini dapat mencetak tenaga pengkaji yang kompeten untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.

Ketua Pelaksana, Amirul Santoso, menyampaikan bahwa pelatihan diikuti oleh 34 peserta dari anggota PAPTI maupun peserta umum. "Pelatihan ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari anggota PAPTI dan masyarakat umum," ungkap Amirul.

Ia menyoroti tingginya kebutuhan tenaga pengkaji teknis di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. “Di Surabaya saja, terdapat sekitar 3.500 gedung yang membutuhkan kajian teknis, sementara jumlah pengkaji yang bersertifikasi baru sekitar 100 orang,” jelasnya.

Amirul yang menjabat sebagai sekretaris PAPTI Jatim ini menambahkan, PAPTI Jatim akan terus menyelenggarakan pelatihan serupa secara rutin. “Kami sudah merencanakan pelatihan lanjutan pada Januari mendatang untuk meningkatkan jumlah tenaga pengkaji,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya standarisasi dalam proses kajian teknis di berbagai daerah. "Kami ingin ada standarisasi dalam penyusunan daftar simak dan pelaksanaan kajian teknis, agar hasilnya lebih seragam dan sesuai regulasi," ujarnya.

Sementara itu, Andi Prasetyo, konsultan konstruksi sekaligus pelaku bisnis, memaparkan implementasi PP 16/2021 melalui Surabaya Single Window (SSW). “Digitalisasi melalui SSW memungkinkan pengurusan SLF lebih efisien dan transparan. Sistem ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Andi juga menjelaskan langkah-langkah pengisian SSW untuk mendaftar SLF. Ia berharap teknologi digital dapat menjadi solusi modern yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia. "Model seperti ini sangat efektif mendukung efisiensi energi sekaligus menciptakan lingkungan hijau," tutupnya.

Halaman:

Tags

Terkini