GUNUNG SITOLI, NawacitaPost.com -Sesuai dengan hasil konfirmasi kepada masyarakat dan orang tua murid di SD Hilizamurugo dan SD Hilitobara maupun SD Hiliwaebu Kecamatan Susua Kabupaten Nias Sumatera Utara, pada 11Oktober 2022.
Semua mengatakan, bahwa pembangunan gedung sekolah tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka.
Salah satunya di SD hHili zamurugo mulai dari bulan Maret tahun 2022 siswa-siswi tidak pernah mendapatkan kegiatan proses belajar mengajar, disebabkan oleh gedung sekolah tersebut belum diserahterimakan antara PT ADIKARYA dan komite maupun kepala sekolah.
Konon PT Adi Karya mempunyai hutang piutang terhadap kepala sekolah sekitar
RP. 70.000.000, (Tujuh puluh juta rupiah).
Ditempat Lain Kepala sekolah di konfrontasi terkait informasi tersebut di kediamannya untuk mengkonfirmasikan kebenaran akan hal tersebut.
Kepala sekolah menjelaskan dengan Konkret sehingga tidak memperbolehkan adanya kegiatan belajar dan mengajar di sekolah tersebut, karena di perjanjian kami KSO atau dari pihak ADI KARYA, masih ada 5 poin perjanjian yang belum terselesaikan, yakni lapangan halaman sekolah, tiang bendera, saluran air, menara air, pengecatan tiga ruangan kelas masih belum terselesaikan, tuturnya.
Selanjutnya Beberapa Awak Media menghimpun informasi serta foto dokumentasi dan video di tiga titik pembangunan gedung sekolah tersebut, untuk melihat secara dekat apa yang telah di sampaikan sang kepala sekolah.
Ditemukan beberapa hal yang telah disampaikan kepala sekolah Sebelumnya ada SD Hilitobara yakni pagar yang seharusnya dibuat dari betonisasi tidak ada, juga talang air dan tiang bendera, tidak terpasang, serta dinding pada retak-retak, dari luar hingga tembus ke dalam ruangan sekolah.
Sedangkan di SD Hiliwaebu sesuai hasil wawancara terhadap masyarakat atau Guru bahwa pernah di paparkan oleh KSO, atau pihak PT ADI KARYA bahwasanya ada pembangunan pagar beton sepanjang kurang lebih 120 meter dan tinggi 225 meter dan di pasangkan pintu gerbang.
Setelah dimulai pekerjaan pembangunan sekolah tersebut, masyarakat, komite serta guru-guru di sekolah tersebut mempertanyakan pembangunan yang telah disampaikan Sebelumnya, kenapa tidak dibangun? KSO pagar dihilangkan atau tidak ada sebenarnya?
Lapangan sekolah untuk upacara yang sudah di ukur namun tidak di bangun.(*")