Baca Juga: Kolaborasi FK UWKS dan Puskesmas Kalirungkut Luluskan 66 Balita dari Stunting
Menggali Kearifan Lokal untuk SDM Berkarakter
Lulut Edi Santoso, M.Pd., pendiri Perpustakaan Sejarah dan Manuskrip Kuno, turut mengisi sesi diskusi dalam seminar tersebut. Ia mengingatkan bahwa mitos dan simbol seperti Wijaya Kusuma tidak hanya harus dimaknai sebagai kebanggaan sejarah, tetapi juga perlu dieksplorasi lebih dalam sebagai pedoman kehidupan.
“Simbol Wijaya Kusuma sebagai pemberian dari Dewa Wisnu kepada Krisna mengandung makna perjuangan untuk mencapai kemuliaan, kemakmuran, dan kemenangan. Penting bagi kita untuk mengaitkan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal dan menerapkannya demi kesejahteraan bangsa dan negara,” jelas Lulut.
Ditemui usai seminar, Ketua LPPM Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Dr. Santirianingrum Soebandi, SE., M.Com, menegaskan komitmen UWKS dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan global saat ini.
Baca Juga: FK UWKS Gelar Pengabdian Masyarakat di Putat Jaya: Edukasi Bijak Gunakan Obat
"Seminar Nasional Kusuma III ini merupakan wujud komitmen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan tantangan global saat ini. Kami berharap para akademisi, peneliti, pelaksana pengabdian kepada masyarakat, dan praktisi dari berbagai bidang dapat berkolaborasi untuk berbagi pengetahuan, ide, serta hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat," jelas Dr. Santirianingrum.
Selain itu, beliau menambahkan bahwa seminar ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan sektor industri.
"Kami berupaya menjadikan seminar ini sebagai ajang untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor industri, sehingga mampu memberikan solusi nyata bagi berbagai permasalahan di lapangan. Dengan menghadirkan narasumber kompeten dan peserta dari berbagai perguruan tinggi, kami optimis bahwa Seminar Nasional Kusuma III akan memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan riset dan pengabdian di Indonesia," tambahnya.
Menutup pernyataannya, Dr. Santirianingrum menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya seminar ini.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga melalui kegiatan ini, kita bisa terus memperkuat budaya ilmiah dan inovasi demi kemajuan bangsa," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional sekaligus Ketua Pusat Studi Kewijayakusumaan, Dr. Jarmani, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh stakeholder UWKS untuk terus menjaga nilai-nilai kewijayakusumaan.
Baca Juga: Pengmas FK UWKS: Edukasi Pencegahan Karies untuk Siswa SDN Putat Jaya I/377 Surabaya
"Saya mengajak seluruh stakeholder UWKS agar bersama-sama menjaga marwah jati diri kewijayakusumaan dengan meneguhkan prinsip teguh, teteh, tatag, tanggon, dan trapsila dalam setiap langkah kita. Nilai-nilai ini bukan sekadar semboyan, tetapi panduan yang harus kita resapi dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.