NAWACITAPOST.COM - Kelangkaan isi ulang tabung gas LPG 3 kilogram belakangan ini mulai dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Fenomena ini memicu kepanikan di kalangan warga, terutama bagi rumah tangga yang bergantung pada jenis bahan bakar tersebut untuk kebutuhan sehari-hari untuk memasak.
Salah satu warga Kecamatan Kertosono yang akrab dipanggil Supra mengatakan, sejumlah pangkalan isi ulang gas LPG di area Kertosono yang dia kunjungi dilaporkan kehabisan stok, sehingga menyebabkan banyak konsumen yang panik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya untuk memasak.
Baca Juga: LPKA Palu Teken PKS Bersama Kopana Cegah Gangguan Kamtib Kebakaran Akibat Tabung Gas LPG
"Saya sudah pergi ke beberapa pangkalan, tetapi semuanya kosong. Ini sangat merepotkan," ungkap Supra kepada wartawan Nawacitapost.com, pada Senin (2/9/2024).
Begitu pula, Febila salah satu pedagang yang berjualan mie instan dan bergantung dengan LPG 3 kilogram, merasa dirugikan di tengah kondisi sulitnya mendapatkan isi ulang tabung gas LPG 3 kilogram, dikarenakan sudah mendatangi beberapa pangkalan dan harus ke sana kemari.
Baca Juga: Gubernur Wahidin Lantik Kepala Dinas Perkim dan Asisten Ekbang Setda Provinsi Banten
"Kami berharap pemerintah bisa segera menemukan solusi agar kelangkaan ini tidak terus berlanjut," ujar Febila, seorang pedagang mie instan asal Kertosono yang sempat mencari isi ulang tabung gas LPG 3 kilogram, akibat tidak adanya stok di sejumlah pangkalan gas, kepada wartawan Nawacitapost.com.
Sementara Judi Ernanto Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Nganjuk ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya sudah mendapatkan masukan seperti wilayah Kecamatan Baron.
"Kemarin itu kita sudah mendapatkan masukan, rencananya besok mau kami rapatkan dan dikoordinasikan, kemarin kami juga mendapatkan beberapa masukan seperti wilayah Baron itu juga sulit," kata Judi Ernanto melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp pada Senin (2/9/2024).
Lanjut Judi Ernanto, kebetulan kami kemarin full kegiatan, sampai hari ini pun kami masih persiapan untuk evaluasi Pak PJ, rencana kita nanti mau turun untuk cek di lapangan.
"Makanya nanti kita akan coba lihat di titik SPBE-nya, apakah mengulang kayak kemarin atau seperti apa, kemarin bulan Juni - Juli itu kan kita konfirmasi ke SPBU Baron, bahasanya kemarin yang disampaikan ada penambahan kuota, itu coba kita cek dulu," ujar eks Kepala Dinas Pertanian yang akrab disapa Yudi.
Yudi menambahkan, selain itu kita juga berkoordinasi dengan teman-teman Industri dan Perdagangan (Indag) dan juga teman-teman yang ada di Pertamina dalam menyikapi fenomena yang ada sekarang ini.
Baca Juga: Dikawal Personel Banser, Pasangan Bacabup dan Wabup Nganjuk Daftar Ke KPU di Hari Terakhir