Jakarta, Nawa Cita Pist.com- Tawuran yang melibatkan puluhan remaja di wilayah Kapuk Muara kembali pecah, mereka mempersenjatai diri dengan samurai dan benda tajam lainya.
Tawuran yang sempat beredar di beberapa media sosial sempat menjadi viral dimana nampak tiga orang remaja dengan bangga membawa cluri berukuran panjang dengan berteriak teriak seakan sedang menantang lawan pada pukul 03 : 30 WIB Minggu pagi ( 29/7/2024 ) tepat di jalan Kapuk Muara Raya.
Dengan kejadian tersebut LMK RW 05 Kapuk Muara Apen Sodikin angkat suara, dirinya dan warga akan membuat laporan tertulis kepada pihak kepolisian. Dirinya merasa ketertiban masyarakat sudah terancam dan perlu langkah kongkrit menanganinya.
" Saya meminta kepada kepolisian atas nama warga demi ketertiban masyarakat agar melakukan tindakan tegas," ujar Apen Sodikin.
"Saya akan buat draf permohonana penindakan tehas aparat kepolisian untuk memgambil tindakan tegas dan saya mohon semua tokoh menandatangani, saya akan kirim ke Polsek Metro Penjaringan dengan tembusan Polres Metro Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya," sambungnya dengan tegas.
Nampak dalam Video yang sempat viral tiga orang membawa clurit dengan pakaian kaos sweatwr hitam, celana hitam dan topi hitam putih, selain itu pakaian kaos sweater orenge dan celana hitam, kemudian selain itu pakaian kaos swieater hitam dan celana hitam.
Pernyataan keras LMK RW 05 Apen Sodikin agar warga menandatanganan pembuatan surat kepada pihak kepolisian penuh dukungan warga diantaranya warga RW 02 dan RW 05 kelurahan Kapuk Muara dan tokoh masyarakat.
" Saya mendukung penuh
Kalau mereka berani mengumbar kejahatan
Kenapa kita tidak berani menegakkan kebenaran,"kata Ustad Usup.
Tawuran yang sering terjadi di wilayah Kapuk Muara membuat geram beberapa tokoh dan lapisan warga masyarakat yang berada di wilayah RW 04,02,05 mereka meminta kepolisian bertindak tegas untuk melindungi warga yang tidak bersalah.
Pengasuh ponpes Khairul Ummah KH Oman Syahroni mengatakan jika ada pengrusakan terutama rumah warga dan fasilitas pondok kami yang rusak, maka dirinya yang akan melaporkanya ke pihak kepolisian.
"Mobil yang terparkir didepan pondok menjadi sasaran jika saja ada kerusakan runah warga dan fasilitas pondok maka saya yang akan melaporkanya," geramnya.