Baca Juga : Turut Berduka Ledakan Bom Makassar, Moeldoko : Mari Bersatu Lawan Radikalisme dan Intoleransi
Terkait temuan atribut FPI (sudah dilarang oleh pemerintah) di sejumlah wilayah pasca peledakan bom katedral Makassar. Itu bisa diduga FPI yang selalu melakukan protes atau kritis terhadap pemerintah tentu diikuti oleh anggota serta simpatisannya. Mereka inilah yang kemudian menjadi sasaran empuk untuk direkrut oleh jaringan teroris seperti JAD, tutur Nasir.
Nasir Abas melanjutkan "Jangankan FPI, polisi, anggota TNI, dan PNS pun sudah ada yang terpapar dan direkrut oleh jaringan teroris," tegasnya.
Intinya orang yang direkrut untuk dijadikan pelaku teror bom bunuh diri adalah mereka yang punya sikap benci kepada pemerintah, tandasnya.
Bibit awalnya bisa jadi dari sikap intoleren dalam bermasyarakat. Walaupun bukan pelaku teror yang meledakan bom bunuh diri. Dari mereka yang intoleren itulah penyebaran aksi radikalisme dan terorisme terjadi, pungkasnya.