Penulis oleh dosen dan mahasiswa:
Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., Ph.D., Sp. KKLP, Subsp. FOMC, dr. selma mutiara hani, M.Biomed, dr. eureka nusra grahita turchan, M.Ked.Klin, Sp.B, dr. debrina kusuma devi, Sp.PD, shaira nadinda santoso, salsabilla cathabel yudinda, aisyah candra maharani putri, haidar rafli, rahma khairussyifa, axel christian ginting, ayesha jasmine firdausi, chofifah ilma nafie, alya raguan al habsyi, fakhira nailah anrofi
(FAKULTAS KEDOKTERAN UPN “VETERAN” JAWA TIMUR)
Lingkungan merupakan tempat makhluk hidup tinggal yang paling ideal, terutama bagi manusia. Lingkungan yang baik juga dapat membuat keuntungan bagi makhluk hidup sekitarnya. Selain itu, lingkungan juga dapat mempengaruhi tingkat kesehatan makhluk hidup yang berada di sekitarnya.
Namun, pada era sekarang lingkungan yang baik juga dapat tercemar sehingga membuat jumlah makhluk sekitar semakin menurun. Pencemaran lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas kehidupan makhluk di sekitarnya sehingga masalah pencemaran lingkungan ini menjadi salah satu hal yang paling krusial.
Pencemaran adalah perubahan yang tak dikehendaki dari lingkungan yang sebagian besar akibat dari kegiatan manusia.
Sumber Pencemaran Lingkungan
1. Alam
Sumber pencemaran lingkungan oleh alam dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti letusan gunung berapi, asap dari kebakaran hutan, dan banjir. Letusan gunung berapi dapat mengeluarkan gas beracun seperti sulfur dioksida, karbon monoksida, dan nitrogen oksida, yang dapat mencemari udara dan mempengaruhi kualitas udara di sekitar gunung berapi.
Asap dari kebakaran hutan juga dapat mencemari udara dan mempengaruhi kualitas udara di sekitar area kebakaran. Asap tersebut mengandung partikel-partikel kecil yang dapat masuk ke dalam paru-paru manusia dan hewan, menyebabkan masalah kesehatan seperti iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta masalah pernapasan.
Banjir juga dapat mencemari lingkungan dengan membawa limbah dan sampah dari daerah sekitarnya ke sungai dan laut. Limbah dan sampah tersebut dapat mencemari air dan mempengaruhi kualitas air, serta membahayakan kehidupan laut dan manusia yang mengkonsumsi ikan dan hewan laut yang tercemar.
2. Manusia