NAWACITAPOST.COM – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan berkedok memenangkan undian berhadiah yang kembali beredar. Kali ini, pelaku diduga menyebarkan selebaran secara acak dengan cara dilempar ke halaman atau teras rumah warga untuk memancing korban menghubungi nomor yang tertera.
Berdasarkan selebaran yang diterima warga, pelaku mencatut nama produk kopi JackJill Mega Bonus 2 lengkap dengan gambar hadiah menggiurkan seperti mobil, sepeda motor, televisi, telepon genggam hingga uang tunai. Bahkan, terdapat stempel dan tanda tangan yang dibuat seolah-olah berasal dari perusahaan resmi agar tampak meyakinkan.
Di dalam amplop juga terdapat petunjuk yang menyatakan penerima diminta menghubungi nomor telepon tertentu untuk proses klaim hadiah. Korban kemudian diarahkan mengirim foto KTP dan mengikuti instruksi dari penelepon.
Padahal, berdasarkan pengalaman sejumlah korban dengan modus serupa, selebaran tersebut merupakan bagian dari rangkaian penipuan.
Setelah korban menghubungi nomor yang tertera, pelaku akan berbicara dengan sangat meyakinkan, bahkan tidak sedikit korban mengaku menjadi bingung, panik, atau merasa seperti kehilangan kemampuan berpikir jernih akibat tekanan psikologis yang diberikan selama percakapan. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai "hipnotis", meski dalam banyak kasus lebih tepat dijelaskan sebagai manipulasi psikologis dan rekayasa sosial (social engineering).
Pelaku kemudian mengabarkan bahwa korban dinyatakan memenangkan hadiah bernilai ratusan juta rupiah. Namun, sebelum hadiah dapat dikirim, korban diwajibkan mentransfer sejumlah uang dengan berbagai alasan, seperti pajak hadiah, biaya administrasi, biaya pengiriman, atau biaya aktivasi rekening.
Setelah uang ditransfer, pelaku biasanya kembali meminta pembayaran tambahan dengan alasan baru. Hingga akhirnya korban menyadari bahwa hadiah yang dijanjikan tidak pernah ada dan nomor pelaku sulit dihubungi.
Modus seperti ini bukanlah hal baru. Kepolisian berulang kali mengingatkan bahwa undian resmi tidak pernah meminta pemenang mentransfer uang terlebih dahulu untuk mencairkan hadiah. Perusahaan penyelenggara promosi juga umumnya mengumumkan pemenang melalui kanal resmi, bukan melalui selebaran yang disebarkan secara acak.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap surat atau brosur yang menjanjikan hadiah fantastis, terlebih jika disertai permintaan menghubungi nomor pribadi atau melakukan transfer dana.
Apabila menerima selebaran serupa, warga sebaiknya:
- Tidak menghubungi nomor yang tertera.
- Tidak mengirimkan data pribadi seperti KTP, nomor rekening, maupun kode OTP.
- Tidak mentransfer uang dengan alasan apa pun.
- Mengonfirmasi kebenaran promo melalui layanan resmi perusahaan yang namanya dicatut.
- Melaporkan dugaan penipuan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi tindak pidana.
Di era digital, pelaku penipuan terus mencari berbagai cara untuk memanfaatkan kelengahan masyarakat. Karena itu, kewaspadaan menjadi benteng utama agar tidak menjadi korban iming-iming hadiah yang pada akhirnya hanya berujung pada kerugian finansial. ***