Jakarta, Nawa Cita Post.com- Acara peluncuran dan pembedahan buku berjudul Guru yang tak Dirindukan hasil karya Dr. Asari S.Pd.MSi mendapat antusias dari para undangan dan panelis.
Acara yang berlangsung di ruangan Multi Media SMKN 56 Jakarta dihadiri oleh pejabat dilingkungan pendidikan, kepala sekolah dan undangan yang memadati ruang acara, Selasa ( 10/2/2026).
Nampak hadir, penulis buku Dr Asari S.Pd.MSi , Pengawas SMK Jakarta Utara 1, Rachiman M.Pd. Kepala P4 Jakarta Barat Riza Manfalutfhi, dan Kepala Sudin Jakarta Bara 1 Dr. Diding Wahyudin, S.Pd MSi,serta Kepala Sekolah SMKN 56 Jakarta Ngadina,S.Pd.
Turut hadir tiga panelis sebagai pembedah buku yaitu Anas Rosick, Valentina Purnama Dewi dan Suliatiyani.
Dalam sambutanya Dr Asari, SPd.MSi mengatakan bahwa peluncuran buku yang berjudul Guru yang tak Dirindukan beliau susun sebagai bentuk refleksi diri dan biography hidupnya yang tertulis secara lengkap dan terperinci.
"Saya berharap buku ini bisa menjadi inspirasi semua kalangan, terutama anak muda yang sedang berkiprah di dunia pendidikan ( guru-red) untuk terus berkarya"
Sementara itu Kasudin Jakarta Barat 1 Dr. Diding Wahyudin, S.Pd. MSi mengatakan, buku yang ditulis oleh Dr. Asari adalah bentuk tanggungjawab sebagai pendidik untuk terus menulis sebagai referensi bacaan untuk generasi mendatang di tengah era digitalisasi dan modernisasi.
"Ini luar biasa, saya kenal beliau( Asari-red) sebagai guru, kepala sekolah dan kasie tata usaha yang mempunyai loyalitas terhadap jabatanya, dengan menulis buku maka tulisanya akan di baca oleh generasi mendatang dan menjadi referensi wawasan untuk mencipatakan generasi unggul, kita tahu negara maju pun sekarang sudah kembali menggerakan masyarakatnya untik kembali membaca buku sebagai upaya pencerdasaan suatu negara," katanya.
Hal sama di ungkapkan oleh salah satu panelis, Anas Rosich, beliau menambahkan, buku hasil tulisan Dr. Asari memuat tentang pengalaman hidup insfiratif dan motivasi untuk kawula muda terutama untuk para pendidik. Ditulis secara sederhana sehingga pembaca mudah memahami isi buku serta diksi jelas dan memuat cerita yang lengkap dan terperinci.
"Gaya bahasa sederhana, mudah di mengerti tapi isi sangat komprehensif judulnya memang agak unik tapi dalam sastra ini biasa untuk menjaring pembaca" katanya.