berita-peristiwa

Pasmanbaya 1–9 Gelar Latihan Rutin ON–OG BEP: Dari Silaturahmi Jadi Terapi Energi Tubuh

Selasa, 3 Juni 2025 | 19:51 WIB

NAWACITAPOST.COM – Komunitas Pasmanbaya 1 hingga 9 menggelar latihan rutin Olah Napas dan Olah Gerak Bio Energy Power (ON–OG BEP) secara tatap muka pada Selasa, 3 Juni 2025. Latihan berlangsung pukul 11.00–12.00 WIB di Kafe Tengah Kota, Jl. Sumatra, Surabaya, tepatnya di area parkir Hotel Sahid. Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang latihan kesehatan, tetapi juga mempererat silaturahmi antaranggota komunitas lintas angkatan SMA.

Acara ini menjadi bagian dari kegiatan rutin mingguan yang diinisiasi oleh komunitas.

Cak Roeslanto, alumni SMAN 1 Surabaya angkatan 1976 sekaligus pelatih BEP di Pasmanbaya, menceritakan awal perkenalannya dengan metode ini. Ia mengenal Bio Energy Power sejak 2015 dan mulai memperkenalkannya pada anggota Pasmanbaya saat gathering pertama tahun 2016.

“Saat itu pertama kali saya mengenalkan BEP ke teman-teman Pasmanbaya. Kami mulai latihan di sebuah kafe di Jalan Mojopahit, lalu berpindah-pindah sampai akhirnya Mbak Endang Susanto menyediakan rumahnya sebagai tempat latihan tetap,” kenang Cak Roeslanto.

Menurutnya, BEP bukan sekadar latihan napas, tetapi metode yang bekerja secara alami untuk memperbaiki metabolisme dan menembus sumbatan energi dalam tubuh.

“Kalau saya ceritakan, bukan seperti menjual jamu. Tapi dengan melakukan BEP, pembuluh darah yang tersumbat bisa ditembus kembali oleh aliran energi panas. Misalnya untuk jantung, dengan BEP, energi itu mengalir ke pembuluh darah jantung sehingga bisa terbuka pelan-pelan,” jelasnya.

Meski saat ini didominasi peserta senior, BEP sebenarnya cocok untuk segala usia. Cak Roeslanto menegaskan manfaat metode ini sangat nyata, bahkan pada kasus medis yang cukup serius.

“BEP ini bukan khusus manula. Tapi karena banyak yang datang adalah mereka yang bermasalah kesehatan, akhirnya didominasi oleh senior. Contohnya Mas Tianto, alumni SMA 5, habis operasi jantung. Setelah ikut BEP 3 bulan, sekarang sudah bisa lari lagi,” ujarnya.

Contoh lainnya adalah Mas Gunawan, pensiunan TNI AL, yang mengalami pendarahan setiap buang air besar. Setelah latihan BEP selama 4 bulan, kondisinya membaik dan keluhannya hilang.

“Bahkan kasus lupus yang sulit ditangani dokter pun ada yang membaik setelah rutin latihan BEP 4 bulan. Ini terjadi di Jakarta,” tambahnya.

Cak Roeslanto saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komunitas BEP Indonesia wilayah Jawa Timur. Ia berharap metode ini bisa berkembang lebih luas di luar lingkup Pasmanbaya.

“Saya ingin BEP ini diakui tidak hanya di regional tapi juga nasional. Saat ini kami sudah beberapa kali ikut event nasional, seperti Fornas di Bandung, Festival BEP di Bali, dan insya Allah akan ikut Fornas ke-8 di NTB, 25 Juli 2025,” ujarnya penuh harap.

Latihan ON–OG BEP menjadi momentum berharga bagi anggota Pasmanbaya untuk terus menjaga kesehatan melalui cara alami, sekaligus menjalin kembali hubungan lintas generasi yang erat. ***

Tags

Terkini