Karawang,NAWACITAPOST.COM –
Akibat keterlambatan memasukkan serta kurangnya ketelitian pihak sekolah dalam mengurus administrasi data ke sistem pendaftaran, SMA Negeri 4 Karawang, Jawa Barat.
Harus menelan kekecewaan setelah dinyatakan tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini. Sehingga di demo ratusan siswa kelas 12 yang mau masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
Sehingga ratusan siswa kelas 12 yang mau masuk perguruan Tinggi Negeri (PTS) tersebut melakukan demontrasi serta meluapkan kekecewaan mereka kepada sekolah. Demontrasi dilakukan di depan gedung sekolah SMA negeri 4 Karawang, Rabu, (5/1/2025).
Menurut seorang siswa eligible jurusan MIPA dengan nada kesel mengatakan bahwa sejak awal terdapat banyak kejanggalan dalam proses pengisian data.
"Data yang diberikan guru berubah-ubah, dan tiba-tiba alasan yang diberikan adalah kesalahan NISN. Padahal, jika memang ada kesalahan, seharusnya diperbaiki sejak kelas 10, bukan baru diperkarakan saat kami sudah kelas 12," ujarnya.
Menurut informasi yang dihimpun, total siswa yang memenuhi syarat untuk mengikuti SNBP di SMA Negeri 4 Karawang mencapai 142 orang, terdiri dari 101 siswa jurusan MIPA dan 41 siswa jurusan IPS. Sayangnya, mereka kini harus menghadapi kenyataan bahwa peluang masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi telah tertutup.
Pihak sekolah berdalih bahwa kendala jaringan menjadi salah satu penyebab keterlambatan penginputan data. Namun, alasan tersebut dianggap tidak masuk akal oleh para siswa dan orang tua.
"Sekolah seharusnya lebih sigap mengantisipasi masalah teknis seperti ini. Ini menyangkut masa depan kami," ungkap seorang siswa lainnya.
Saat ini, pihak sekolah disebut-sebut tengah mengupayakan perpanjangan waktu dengan mengajukan permohonan ke DPR. Namun, para siswa tetap pesimis mengingat tenggat waktu yang hampir habis.
"Kami berharap ada solusi cepat, tapi kami juga harus realistis. Jika tidak bisa SNBP, berarti harus UTBK, dan itu butuh biaya tambahan," ujarnya.
Para siswa kini harus bersiap menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai jalur alternatif masuk perguruan tinggi. Banyak di antara mereka yang mulai mencari tempat bimbingan belajar untuk meningkatkan peluang lolos di jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Sejumlah orang tua turut mendukung aksi protes siswa terhadap kelalaian pihak sekolah. Mereka berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di tahun-tahun mendatang", pungkasnya.(Nurjaya Bachtiar)