advertorial

Festival Kreasi Budaya Anak Semarakkan Peringatan Hari Anak Nasional Jawa Barat 2026

Senin, 3 Agustus 2026 | 11:21 WIB
Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat

NAWACITAPOST.COM — Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 dengan menghadirkan Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat. Kegiatan yang mengusung tema "Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas" ini berlangsung di Teater Tertutup Dago Tea House, Kota Bandung, Jumat (31/7/2026).

Peringatan HAN tahun ini diisi dengan beragam kegiatan yang melibatkan ribuan anak dari berbagai daerah di Jawa Barat. Rangkaian acara diawali dengan Pasanggiri Biantara dalam Bahasa Sunda, Arab, dan Inggris yang diikuti 1.381 peserta. Selain itu, DP3AKB juga menggelar webinar advokasi serta sosialisasi hak anak melalui program "Ngopi Sahabat Goes to School" yang diikuti lebih dari 1.000 anak.

Berbagai perlombaan turut memeriahkan rangkaian kegiatan, mulai dari Tari Merak, Pencak Silat, Ngawih Pupuh, hingga lomba Pemandu Acara yang melibatkan 774 peserta. Seluruh rangkaian ditutup dengan puncak peringatan HAN yang diikuti 893 perwakilan anak dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, mulai dari jenjang PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA sederajat.

Acara puncak dibuka dengan pengukuhan Forum Anak Daerah Jawa Barat periode 2026–2028 serta pembacaan Suara Anak yang memuat aspirasi kepada pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang ramah anak, bebas dari kekerasan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selanjutnya, peserta dan tamu undangan disuguhkan berbagai pertunjukan seni budaya dari 27 kabupaten/kota, grand final Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat, serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan prestasi anak-anak Jawa Barat.

Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini.

Menurutnya, anak merupakan aset strategis bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia, dan penuh kasih sayang. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menghadirkan berbagai kebijakan dan program yang berpihak pada kepentingan terbaik anak demi mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat merupakan bentuk nyata pemberian ruang partisipasi bagi anak sekaligus upaya melestarikan budaya Sunda melalui kreativitas generasi muda," ujar Siska.

Ia menambahkan, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga media pembelajaran karakter, pelestarian budaya lokal, serta wadah bagi anak-anak untuk berekspresi, berpartisipasi, dan mengembangkan potensi secara positif.

Siska berharap semangat "Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas" tidak hanya menjadi tema peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam membentuk karakter generasi muda Jawa Barat. Ia berharap semangat tersebut mampu mendorong anak-anak untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi, bakat, dan kemampuan terbaik yang dimiliki, berani berkarya serta berinovasi, aktif berpartisipasi dalam berbagai bidang pembangunan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Ditambahkan Siska, dengan dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah, anak-anak Jawa Barat akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, berbudaya, berdaya saing, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi, sehingga mampu menjadi generasi penerus yang siap membawa Jawa Barat lebih maju dan berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Bidang Hubungan Kelembagaan, Indra Gunawan, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam memenuhi hak-hak anak dan memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, serta perkawinan anak.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang yang aman, menyenangkan, sekaligus inspiratif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan mencintai budaya daerah.

"Anak-anak bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga pewaris budaya bangsa. Melalui festival ini kami ingin menghadirkan ruang yang aman, menyenangkan, dan inspiratif agar anak-anak dapat mengekspresikan bakatnya sekaligus mencintai budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini