DPRD Kota Bekasi menegaskan bahwa setiap keluhan warga hari ini adalah hukum yang wajib diperjuangkan melalui jalur birokrasi yang legal dan sistematis.
"Hasil reses itu akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran anggota dewan, kemudian masuk dalam sistem perencanaan, lalu di paripurnakan, dibahas di anggaran, baru direalisasikan, seharusnya seperti itu," imbuhnya membedah rantai perjuangan aspirasi masyarakat.
Ia pun mengirimkan sinyal keras kepada jajaran eksekutif agar APBD tidak hanya berfokus pada proyek-proyek raksasa, melainkan wajib menyentuh denyut nadi pemukiman warga.
"Meskipun ada fokus-fokus di kegiatan yang besar, tapi kita juga mendorong agar pemerintah tidak sampai melupakan kegiatan pekerjaan-pekerjaan infrastruktur di lingkungan, karena yang menjadi problem di lingkungan itu kan persoalan banjir itu tiap tahun, akan selalu menjadi momok dan kegiatan perbaikan di lingkungan tetap harus jadi prioritas," papar anggota DPRD asal Daerah Pemilihan I (Bekasi Timur & Selatan) Kota Bekasi ini dengan nada tegas.
Gebrakan Ekonomi Kreatif: Cetak Perempuan Berdaya dari Rumah
Tidak hanya bertarung di sektor fisik dan infrastruktur, DPRD Kota Bekasi di bawah pengawalan Evi Mafriningsianti juga membawa misi sakral pertarungan ekonomi: Kemandirian Finansial Warga. Lewat wadah Sahabat Evi (SAE), sebuah transformasi ekonomi dari rumah tangga siap diledakkan di Dapil I.
"Terkait program pemberdayaan masyarakat, ini sebenarnya program lama. Jadi saya berharap keberadaan saya di dapil I dan khususnya karena saya punya Sahabat Evi (SAE) di dapil I yang meliputi Bekasi Timur dan Selatan, jadi tidak sekedar silaturahmi biasa, tapi mereka juga harus punya kemandirian secara ekonomi," terang Evi membeberkan visi besarnya.
Aksi nyata tersebut langsung dikonkretkan dengan fasilitasi sarana usaha (booth) serta pembekalan keahlian (skill) berkala, berkolaborasi dengan instansi terkait guna membangkitkan taring UMKM lokal.
"Saya dorong nih kegiatan UMKM, dengan memfasilitasi booth-booth di setiap lingkungan, bertahap nanti akan ada payung booth, yaitu buat para UMKM untuk bisa bazar dan juga insya allah ke depan juga akan ada fasilitasi program-program pelatihan yang akan bekerjasama dengan dinas UMKM dan Koperasi," cetusnya.
Langkah ini menjadi bukti sahih bahwa kehadiran DPRD Kota Bekasi bukan sekadar saat Pemilu, melainkan konsisten hadir sebagai penyokong ekonomi keluarga, khususnya kaum ibu, agar mampu berdiri tegak menghadapi tantangan zaman.
"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menumbuhkan kemandirian ekonomi untuk Sahabat Evi semuanya. Saya ingin ibu-ibu ini berdaya secara ekonomi meskipun mereka kegiatannya dari dalam rumah dan bisa mendorong ekonomi kreatif di tiap lingkungan," jelasnya bersemangat.
Sebagai penutup perjuangan di titik pertama ini, Evi mengunci komitmen bersama bagi warga yang siap bergerak bersama jalurnya.
"Syarat untuk mendapatkan fasilitas booth, harus menjadi Sahabat Evi (SAE)," pungkasnya menutup reses perdana yang sukses memantik harapan baru bagi masyarakat Kota Bekasi.(Tiarsin/Sakera)