NAWACITAPOST.COM — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Aula Nonon Sonthanie pada Rabu (13/5/2026). Di bawah tatapan tajam para tokoh dan saksi sejarah, sebuah estafet perjuangan kemanusiaan resmi berpindah tangan.
Tri Adhianto Wali Kota Bekasi, dengan suara lantang dan penuh wibawa, melantik jajaran pengurus Baznas Kota Bekasi periode 2026–2031, yang kini dipimpin oleh sosok visioner, yakni Sudarsono.
Ini bukan sekadar pelantikan seremonial; ini adalah momentum kebangkitan bagi kesejahteraan umat di Kota Patriot.
Baca Juga: Skandal Halaman Bolak: Antara Gunungan Sampah, Anggaran Siluman, dan Respon Pemkot
Amanah Besar di Pundak Baru
Dalam pidatonya yang menggetarkan, Wali Kota Tri Adhianto tak kuasa menyembunyikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada jajaran pengurus periode sebelumnya. Namun, ia juga menegaskan bahwa tantangan di depan mata jauh lebih besar.
"Baznas harus hadir sebagai napas bagi mereka yang terhimpit, menjadi solusi nyata di tengah hiruk-pikuk kesulitan ekonomi masyarakat," tegas Tri dengan nada penuh penekanan.
Ia mengingatkan bahwa Baznas bukan sekadar lembaga pengumpul dana, melainkan benteng terakhir bagi warga yang membutuhkan uluran tangan langsung.
Revolusi Digital: Transparansi Tanpa Celah
Satu pesan krusial yang dilemparkan Wali Kota adalah desakan untuk meninggalkan cara-cara lama. Era kepemimpinan Sudarsono dituntut untuk membawa Digitalisasi Pelaporan sebagai garda terdepan.
Baca Juga: Pusaran Rasuah Di Kota Pendekar: Nyanyian Istri dan Jejak Setoran di Balik Jeruji Gedung Merah Putih
- Kepercayaan adalah Harga Mati: Masyarakat harus melihat dengan mata kepala sendiri ke mana setiap rupiah zakat mereka mengalir.
- Keteladanan Nyata: Bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang menyentuh delapan golongan penerima zakat secara presisi.
Misi Besar: Mengubah Nasib, Mencetak Sejarah
Visi besar dicanangkan untuk lima tahun ke depan. Baznas didorong untuk tidak hanya memberikan "ikan", tapi juga "kail" melalui pemberdayaan UMKM dan pembangunan daerah.
Tri Adhianto menutup sambutannya dengan sebuah indikator keberhasilan yang ambisius namun menyentuh hati:
"Keberhasilan sejati Baznas adalah saat kita mampu mengubah mereka yang tadinya tangan di bawah (penerima zakat), bangkit berdiri menjadi tangan di atas (pembayar zakat)."
Baca Juga: Skandal Data Gaib 1.133 Rumah Padangsidimpuan, Siapa Yang Menipu Presiden?
Kini, di bawah komando Sudarsono, harapan ribuan kaum dhuafa di Kota Bekasi digantungkan. Akankah lima tahun ke depan menjadi saksi bisu kemandirian ekonomi umat? Publik menanti bukti nyata dari sang nakhoda baru.
Artikel Terkait
Misi Suci dari Negeri Istana: 70 Pendekar Al-Quran Siak Siap Guncang MTQ Riau!
Skandal Di Balik Toga: Pelantikan Pejabat UGN Padangsidimpuan Diduga Jadi Alat Legalisasi Pelanggaran Statuta!
Gema Persatuan dari Tanah Khatulistiwa: BRN Kalbar Siap Pasang Badan Kawal Program Strategis Nasional!
Pestanya Meriah, Sampahnya Mewah! Wajah Alaman Bolak Lumpuh Terkubur Limbah
Misteri Anggaran 5 Miliar: Jejak Laptop "Libera" Gaib, Kadis Pendidikan Pesawaran Bungkam!