NAWACITAPOST.COM – Suasana hening yang menyelimuti perbatasan Desa Waiburak dan Narasaosina pada Jumat (8/5/2026) bukanlah sekadar ketenangan biasa. Di balik sunyinya angin yang berhembus di wilayah Adonara Timur, tersimpan kewaspadaan tingkat tinggi dari aparat kepolisian yang tak ingin kecolongan oleh percikan konflik sekecil apa pun.
Penyisiran di Garis Batas
Ketegangan yang terukur tampak jelas saat personel gabungan dari Brimob Sikka, Polsek Adonara Timur, dan Polres Flores Timur mulai bergerak. Bukan dengan kendaraan taktis yang menderu, melainkan dengan patroli jalan kaki—sebuah metode "senyap" untuk memastikan setiap sudut wilayah terpantau.
Di bawah komando AKP Kristo Ritan, pasukan menyisir semak dan jalanan setapak di Dusun Bele, Desa Waiburak. Langkah kaki yang serempak di tanah perbatasan menjadi simbol nyata bahwa negara hadir dan tidak memberikan ruang bagi siapa pun yang berniat mengusik ketenangan warga.
Baca Juga: Flores Timur Bangkit: Belenggu Darurat Dilepas, Era Pemulihan Dimulai!
Benteng Pertahanan Kamtibmas
Sementara itu, di sisi lain perbatasan, Ipda Agustinus Niron memimpin personel dari Pos Pengamanan Desa Narasaosina. Patroli ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah deteksi dini untuk meredam potensi bara yang bisa menyulut gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Kehadiran aparat secara langsung di lapangan adalah bentuk komitmen harga mati Polri. Kami memastikan stabilitas di wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi tetap terjaga," tegas Kapolres Flores Timur, Adhitya Octorio Putra, melalui Kasi Humas Eliezer A. Kalelado.
Situasi Terkendali, Namun Tetap Siaga
Meski situasi dilaporkan kondusif, aparat tetap memasang mata dan telinga. Hasil patroli intensif tersebut memang menunjukkan tidak adanya hal menonjol, namun kewaspadaan tidak dikendorkan barang satu inci pun.
Himbauan Keras bagi Provokator:
- Masyarakat dilarang keras mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas.
- Warga diminta proaktif melaporkan sekecil apa pun potensi gangguan.
- Patroli berkala akan terus dilakukan sebagai langkah antisipatif yang tak terputus.
Di ufuk timur Adonara, patroli gabungan ini menjadi pesan kuat bagi siapa saja: Kedamaian adalah prioritas utama, dan Polri tidak akan ragu berdiri di garis terdepan untuk mempertahankannya.(FKD)