Tak hanya itu, Gus Miftah turut menjelaskan bahwa tokoh-tokoh agama itu untuk mengawal calon presiden yang didukung.
"Capres, politikus itu jangan ditinggalkan orang baik. Kalau orang baik nggak ngerti politik, maka yang terjadi politikus akan dikuasai oleh orang yang jelek," katanya.
"Kiai, pendeta, tokoh agama silakan mengawal calon presiden. Tujuannya satu untuk mengkampanyekan kebaikan calonnya tanpa harus menjelekkan calon yang lain," ujarnya.
Dengan begitu, Gus Miftah menilai tak ada yang salah bagi seorang kiai untuk terjun ke dunia politik.
"Kiai kok ngurusin politik, kalau kiai nggak ngurusin politik yang mau ngurusin siapa? Akhirnya orang-orang jelek yang akan menguasai panggung politik," pungkasnya.