Kamis, 15 Oktober 2026

Tantang Gen Z PDIP Surabaya, Cak Ji:Jangan Cuma Pegang HP, Saatnya Bantu Rakyat!

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:50 WIB

“Gen Z yang menjadi agen perubahannya. Gimana Gen Z itu bisa membangun negeri dengan membantu masyarakat kecil dengan pengabdian masyarakatnya,” ujar Andika.

Selain persoalan infrastruktur, Andika juga mengusulkan pengembangan ekonomi kreatif melalui kegiatan susur Sungai Surabaya. Ia berharap gagasan tersebut bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka potensi ekonomi di lingkungan setempat.

Namun, ia menilai gagasan anak muda terkadang membutuhkan dukungan lebih besar agar dapat diwujudkan. Karena itu, ruang komunikasi antara generasi muda dan para pengambil kebijakan dinilai penting untuk menjembatani perbedaan cara pandang antargenerasi.

Andika juga mengingatkan bahwa keterlibatan di partai seharusnya menjadi kesempatan untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Kita gunakan privilege ini untuk membantu kawan-kawan atau membantu orang-orang yang membutuhkan kita,” tegasnya.

Cak Ji: Jangan Cuma Pegang HP, Berani Suarakan Masalah

Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Cak Ji meminta anak muda memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk menyuarakan persoalan di lingkungan mereka. Ia menegaskan, kader muda tidak harus menunggu bertemu pejabat atau anggota dewan untuk mulai memperjuangkan kebutuhan warga.

“Makanya, kon nyekel HP ojo cuma nyengir tok. Gunakno HP-mu iku gawe bantu sithik!” ujar Cak Ji.

Ia mendorong anak muda berani mendokumentasikan persoalan, menyampaikan kritik, dan mengunggahnya melalui media sosial agar mendapat perhatian pihak terkait. Menurutnya, keberanian menyuarakan masalah perlu diikuti gagasan serta dorongan agar ada penyelesaian.

Cak Ji juga menekankan bahwa kaderisasi tidak harus berlangsung dalam suasana formal. Anak muda diberi ruang untuk merancang kegiatan yang sesuai dengan karakter generasi mereka, mulai dari diskusi rutin, podcast, pertunjukan komedi, kompetisi kreatif, hingga aktivitas di alam terbuka.

“Bukan saya untuk mendikte kamu. Kalian yang akan merumuskan output-nya,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar setiap ide tidak berhenti menjadi pembicaraan dalam forum. Kegiatan harus memiliki tindak lanjut yang jelas dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Dialog di Balai Kreasi DPC PDIP Surabaya tersebut memperlihatkan beragam cara pandang generasi muda dalam membangun keterlibatan politik.

Tantangannya kini adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi kegiatan nyata. Bukan sekadar membuat anak muda aktif dalam organisasi, melainkan memberi ruang agar kreativitas, keberanian menyampaikan kritik, dan kepedulian sosial mereka benar-benar dirasakan masyarakat. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini

Kapan Warisan Keraton Yogyakarta Dipulangkan Inggris?

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:18 WIB