pendidikan

Gempita Teknologi Dunia: Mahasiswa UKDW Taklukkan Panggung Global Web3 & AI!

Kamis, 30 April 2026 | 19:26 WIB

NAWACITAPOST.COM — Di tengah pesatnya persaingan teknologi masa depan, sebuah kejutan besar datang dari jantung kota Yogyakarta. Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) baru saja mengukir sejarah emas di panggung internasional. Bukan sekadar berpartisipasi, mereka datang, bertanding, dan mendominasi.

Dalam rangkaian kompetisi hackathon bergengsi yang mempertemukan talenta-talenta digital terbaik dunia di bidang Web3 dan Kecerdasan Buatan (AI), tim UKDW berhasil menyapu bersih tiga gelar Juara 1 dan satu posisi Finalis Top 10. Ini bukan sekadar kemenangan biasa; ini adalah bukti bahwa inovasi anak bangsa kini menjadi standar baru di level global.

Cerville Finance: Revolusi Pinjaman Digital Tanpa Batas

Dramatisasi dimulai di ajang Chainlink CRE Hackathon. Oktavianus Bima Jadiva (Informatika UKDW 2021), berkolaborasi dengan Harun Al Rasyid (Amikom Purwokerto), menciptakan Cerville Finance. Proyek revolusioner ini berhasil menyabet Juara 1 dan membawa pulang hadiah sebesar USD 3.000.

 Baca Juga: Ironi Di Bumi Dalihan Na Tolu: Memoles Citra Keadilan di Atas Puing Korupsi Bantuan Banjir

"Bayangkan sebuah dunia di mana saham digital Anda bukan sekadar angka diam. Dengan Cerville, saham tersebut menjadi kunci untuk meminjam aset secara aman, terlindungi oleh sistem blockchain yang tak tertembus, lengkap dengan verifikasi identitas otomatis."

Lidogent: Ketika AI Mengelola Keuntungan Anda

Tak berhenti di situ, Oktavianus Bima kembali mengguncang dunia melalui Synthesis Agentic AI Hackathon. Di bawah lintasan Lido Finance, ia melahirkan Lidogent, sebuah agen AI cerdas yang mampu berinvestasi secara mandiri. Inovasi ini meraih Juara 1 dengan hadiah USD 2.000. Lidogent dirancang dengan filosofi keamanan tingkat tinggi: AI hanya menggunakan hasil keuntungan (yield) untuk bermanuver, menjaga dana utama pengguna tetap utuh dan tak tersentuh.

Tessera: Sang Detektif Blockchain

Kejutan berikutnya datang dari Yeheskiel Yunus Tame (Informatika UKDW 2022). Melalui proyek Tessera, ia berhasil memenangkan Juara 1 dalam kategori analisis data publik. Menggunakan kekuatan AI, Tessera mampu membongkar pola pendanaan yang tidak merata di ekosistem blockchain. Hasil analisis tajamnya bahkan menjadi rujukan penting bagi pengelola platform global untuk menciptakan sistem pendanaan yang lebih adil dan transparan.

SomMemo: Menembus Batas Kehidupan dengan Wasiat Digital

Melengkapi dominasi mereka, kolaborasi apik antara Alven Tendrawan, Natalie Neysa Jessica Soesanto, dan Oktavianus Bima Jadiva berhasil menembus Top 10 Finalist dalam Somnia Reactivity Hackathon. Mereka mengusung SomMemo, sebuah solusi "Wasiat Digital" berbasis blockchain. Inovasi ini memastikan aset digital seseorang dapat tersalurkan secara otomatis dan aman kepada ahli waris jika pemiliknya sudah tidak aktif lagi—sebuah solusi futuristik untuk masalah nyata di era digital.

Baca Juga: Dugaan Hilangnya Bantuan di Kota Padangsidimpuan: Pejabat Tutup Mulut, Rakyat Menjerit

UKDW: Kampus Para Juara Masa Depan

Rentetan prestasi fenomenal ini menjadi bukti nyata bahwa Informatika UKDW bukan sekadar tempat belajar, melainkan inkubator inovasi tempat ide-ide gila diubah menjadi solusi nyata bagi masyarakat dunia.

"Keberhasilan ini menegaskan bahwa mahasiswa kami tidak hanya unggul secara teknis di atas kertas, tetapi mampu menciptakan teknologi yang memiliki 'hati'—solusi yang nyata, aman, dan bermanfaat bagi kemanusiaan," ujar perwakilan universitas dengan bangga.

Dunia kini menoleh ke UKDW. Di tangan para inovator muda ini, masa depan Web3 dan AI bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang mereka bangun.

Selamat kepada para pemenang! Teruslah menginspirasi dunia dengan karya-karya hebat!

Tags

Terkini