Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Dibalik kunjungan Presiden Jokowi, hanya didampingi Gubernur Jakarta, Anies Baswedan ke sirkuit Ancol yang bakal menghelat ajang lomba mobil formula E, bulan Juni 2022 nanti. Mempunyai pesan politik cerdasnya seorang Jokowi kepada lawan-lawan politiknya.
Baca Juga : Anies Baswedan Resmikan Tebet Eco Park, Yuk Intip Ada Apa Saja Fasilitasnya
Seperti biasa, Gubernur Jakarta periode 2012 -214 menjawab pertanyaan media dengan menyatakan "ingin melihat persiapan sirkuit di Ancol ini seperti apa, dan balapannya gimana," jelasnya.
Dalam kunjungan Jokowi itu, tak nampak ketua panitia Formula E, Ahmad Sahroni yang juga Bendum DPP Partai Nasdem di lokasi sirkuit Ancol.
Sahroni, adalah orang yang ingin maju sebagai Cagub Jakarta di Pilkada 2024. Salah satu bekal yang ia punya hanya sebagai ketua panitia lomba balap mobil listrik itu.
Belum digelar saja lombanya. Sahroni meminta Gibran berlaga juga di Pilkada Jakarta dua tahun nanti. Apalagi kalau, gelaran itu jadi dihelat dan sukses, kemungkinan ia akan menyatakan siap berlaga di Pilpres 2029.
Sahroni selain kader Nasdem, ia juga loyalis Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh (SP). Sementara SP punya kedekatan kental dengan JK saat keduanya masih di Golkar, dan berlanjut sampai kini.
Dukungan SP ke Sahroni untuk maju di Pilkada Jakarta 2024, nampaknya di setujui JK. Dan, JK punya kedekatan khusus dengan PKS.
Adanya dukungan Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla biasa disapa JK dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Sahroni. Membuat ayah dari Gibran ini perlu mengambil langkah tegas. Salah satu caranya, mendatangi jantung pertahanan lawan, Yaitu, mengunjungi sirkuit Ancol sebagai tempat gelaran mobil formula E.
Tak Ada Sahroni, hanya Jokowi didampingi Anies yang ditanyai media terkait sirkuit. Ditambah obrolan tentang mudik dan sholat Idul Fitri, serta larangan pejabat tak boleh laksanakan halal bihalal. Menandakan bahwa Jokowi memang cerdas dalam melakukan gerakan membungkam lawan politiknya untuk tidak liar dan gegabah.
Artinya, bila sirkuit Ancol ini bisa menggelar lomba formula E, maka peran Presiden Jokowi membantu Anies sangat besar.
Begitulah cara Jokowi meredam dua politikus kawakan di negeri ini. Hanya dengan berkunjung dan mendekati lawannya.