Sementara itu, Direktur RS Primaya Semarang, Aditya Nugraha, menjelaskan bahwa Ayudiah ditemukan dalam kondisi tidak sadar ketika hendak dibangunkan sekitar pukul 05.30 WIB pada Rabu pagi.
“Saat akan dibangunkan, pasien dalam kondisi tidak sadar, tidak bernapas, tidak ada denyut jantung,” terang Aditya.
Aditya menambahkan, tindakan operasi dan penanganan medis terhadap Ayudiah telah dilakukan sesuai prosedur. Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian atlet pencak silat tersebut.
Kepergian Ayudiah menjadi duka mendalam bagi kontingen Kota Semarang dan keluarga besar olahraga Jawa Tengah di tengah berlangsungnya Porprov 2026.