Jakarta, NAWACITA - Bintang tim nasional putri Amerika Serikat, Alex Morgan, menyatakan dirinya berencana tak akan datang memenuhi undangan Presiden Donald Trump di Gedung Putih jika timnya nanti berhasil menjadi juara Piala Dunia Wanita 2019.
Timnas Putri AS menyandang status juara bertahan di perhelatan Piala Dunia Wanita 2019 di Perancis, 7 Juni-7 Juli. Belum diketahui apakah Trump punya rencana mengundang timnas putri AS, jika nantinya berhasil jadi juara dunia.
"Saya tidak mendukung banyak hal yang diperjuangkan Gedung Putih saat ini," kata Morgan dalam wawancaranya bersama Majalah Time beberapa waktu lalu. Morgan menyatakan tak peduli dengan cara pandang yang menilai olahraga harus dipisahkan dari politik.
"Ada narasi yang telah dikatakan ratusan kali tentang atlet apa pun yang berbicara politik harus tetap berpegang pada olahraga. Kami jauh lebih dari itu," ucap Morgan. Morgan memang dikenal sebagai orang yang anti-Trump sejak masa kampanye pemilihan Presiden AS pada 2016 silam. Ia merupakan pendukung Hillary Clinton, capres pesaing Trump.
Morgan pernah menyuarakan penentangan terhadap kebijakan Trump terkait imigran asal Meksiko maupun tujuh negara mayoritas Muslim. Sikap Morgan tersebut mendapat pemakluman dari sesama kalangan pesepak bola, yakni mantan pemain timnas putra AS, Mikkel Diskerud. Sesuai dilansir Kompas, Diskerud menilai setiap pemain sepak bola AS memiliki hak untuk mengekspresikan pendapat politiknya dengan cara apa pun.
"Saya pikir setiap orang memiliki hak untuk memilih posisi politik mereka dan mendukungnya," kata Diskerud kepada Goal. Kendati demikian, Diskerud menilai sudah selayaknya figur seperti Morgan juga harus berhati-hati dalam bertindak. Sebab, Morgan bukan lagi hanya menjadi seorang individu biasa.
"Bahkan kalaupun saya sangat percaya pada kebebasan individu, saya pribadi akan selalu merespons positif kehormatan menerima undangan dari Presiden AS manapun. Itu selama dia bertindak sebagai Panglima Tertinggi atau sebagai pemimpin pemersatu dari bangsa kita, dan tidak berperilaku sebagai individu pribadi ketika memegang jabatan," ujar Diskerud. (ANT)
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:56 WIB
Selasa, 31 Maret 2026 | 11:14 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 18 Februari 2026 | 20:39 WIB
Kamis, 12 Februari 2026 | 07:21 WIB
Selasa, 3 Februari 2026 | 13:40 WIB
Senin, 22 Desember 2025 | 08:08 WIB
Rabu, 26 November 2025 | 16:57 WIB
Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:10 WIB
Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:06 WIB
Senin, 29 September 2025 | 06:45 WIB
Jumat, 19 September 2025 | 13:46 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 15:05 WIB
Minggu, 22 Juni 2025 | 17:57 WIB
Minggu, 22 Juni 2025 | 09:59 WIB
Rabu, 14 Mei 2025 | 18:45 WIB
Sabtu, 19 April 2025 | 15:08 WIB
Sabtu, 19 April 2025 | 14:49 WIB
Selasa, 11 Februari 2025 | 10:34 WIB
Jumat, 17 Januari 2025 | 20:30 WIB