nasional

Rendam Sejumlah Wilayah, Ini Penyebab Banjir Rob di Jakarta Utara

Senin, 18 November 2024 | 15:33 WIB
Ilustrasi Banjir Rob Jakarta Utara

NAWACITAPOST.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan lima rukun tetangga (RT) di Jakarta Utara terdampak banjir rob pada Minggu (17/11/2024) pagi. Fenomena ini dipicu oleh supermoon yang memengaruhi pasang maksimum air laut.

“Hingga pukul 11.00 WIB, kami mencatat tiga RT di Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, serta dua RT di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, tergenang air dengan ketinggian 10 hingga 48 sentimeter,” ungkap Kepala BPBD Jakarta Utara, Isnawa Adji.

Selain merendam pemukiman, banjir rob juga menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara, seperti Jalan RE Martadinata di depan Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, dengan genangan setinggi 20 cm.

Genangan juga terjadi di Jalan Hiu dan Jalan Cumi di Pelabuhan Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, dengan ketinggian masing-masing 15 cm dan 10 cm.

Baca Juga: Siaga 1 di Pintu Air Pasar Ikan, 8 Lokasi di Jakarta Utara Tergenang Banjir Rob

Isnawa menjelaskan bahwa banjir rob disebabkan oleh pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase supermoon.

Fenomena ini berlangsung sejak 14 November dan diperkirakan terus terjadi hingga 21 November 2024, sesuai peringatan dari BMKG. Pada Minggu pukul 10.00 WIB, Pintu Air Pasar Ikan telah mencapai status siaga 1 akibat tingginya pasang air laut.

Sebagai respons, BPBD Jakarta bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk mengatasi genangan.

Upaya dilakukan melalui penyedotan air, optimalisasi tali-tali air, serta koordinasi dengan lurah dan camat untuk mempercepat surutnya banjir.

“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan. Kami targetkan genangan bisa segera surut,” tambah Isnawa.

Fenomena supermoon ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi banjir rob di kawasan pesisir, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

Tags

Terkini