Nganjuk, NAWACITAPOST.COM - Kodim 0810/Nganjuk menggelar kegiatan Pembinaan Masyarakat Tanggap Bencana di Aula Makodim 0810/Nganjuk JL. Panglima Sudirman No 11 Nganjuk, Jawa Timur pada Kamis, (29/09/2022).
Kegiatan Pembinaan Masyarakat Tanggap Bencana Yang Di Hadiri Oleh Kasdim 0810/Nganjuk, Pasi Teritorial, Pasi Intel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk ,Tagana Kabupaten Nganjuk, Satpol PP Kabupaten Nganjuk, Dinas Sosial Kab Nganjuk, Babinsa Kodim 0810/Nganjuk dan Linmas.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0810/Nganjuk Mayor Inf Syamsul S.Ag melalui program Pembinaan Masyarakat Tanggap Bencana tahun 2022.
Menurut Letkol Inf Tri Joko Purnomo Komandan kodim (Dandim) 0810/Nganjuk melalui Kasdim Mayor inf Syamsul Hadi mengatakan bahwa, program pembinaan masyarakat tanggap bencana adalah suatu wujud kepedulian kodim 0810/Nganjuk kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan apabila terjadi bencana alam.
"Tujuan dari kegiatan ini untuk mengurangi kerugian dampak yang ditimbulkan apabila terjadi bencana alam, oleh karena itu kami melakukan antisipasi dini guna mencegah semaksimal mungkin kerugian yang akan ditimbulkan bila terjadi bencana alam," kata Syamsul Hadi.
-
Syamsul Hadi menambahkan bahwa, Kegiatan tersebut untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana alam serta menekan kerugian baik korban jiwa dan harta benda akibat dari bencana alam.
"Selain itu juga untuk mengatasi kesulitan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga akan terwujud kemanunggalan TNI khususnya Kodim 0810/Nganjuk dengan rakyat," imbuh Syamsul Hadi.
Syamsul Hadi menjelaskan bahwa, sasaran pembinaan masyarakat tanggap bencana diantaranya:
A. Tercapainya peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi kerawanan daerah bencana;
B. Terdapatnya data akurat (hasil pemetaan) terkait wilayah yang memiliki kerawanan/potensi terjadinya bencana alam;
C. Terwujudnya kesiapsiagaan masyarakat dan aparat satkowil serta instansi terkait dalam menghadapi bencana; dan
D. Terlaksananya kegiatan mitigasi berupa reboisasi, pembuatan tanggul dan lain-lainnya secara terkoordinir bersama pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya.
Syamsul Hadi menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan materi yang akan disampaikan oleh pemateri dari BPBD Kabupaten Nganjuk tentang sosialisasi penanganan tanggap bencana gempa bumi, banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
“Satuan teritorial TNI juga melakukan pemetaan terkait kerawanan bencana alam, sehingga diharapkan apabila terjadi bencana alam, masyarakat tidak panik dan sudah tahu apa yang harus diperbuat,” tutup Syamsul Hadi.(Skr/Sin)