nasional

Pemkot Bekasi Digitalisasi Peluang Investasi dan Program CSR Lewat SI-BALAI KEREN.

Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:14 WIB
Walikota Bekasi, Tri Adhianto

NAWACITAPOST.COM – Sinergi antara Pemerintah Kota Bekasi dan dunia usaha mulai membuahkan hasil nyata bagi pembangunan daerah. Dalam ajang Bekasi Investment Gathering (BIG) 2026 di Pakuwon Mall Bekasi, Minggu (18/10), sejumlah perusahaan secara resmi menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta penyediaan fasilitas publik yang dirancang Pemkot Bekasi.

Dukungan tersebut disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) yang terintegrasi dalam platform inovatif SI-BALAI KEREN (Sistem Bantuan Layanan Izin, Investasi, dan Kemitraan Rencana Usaha) buatan DPMPTSP Kota Bekasi.

Melalui SI-BALAI KEREN, Pemkot Bekasi menerapkan mekanisme lelang terbuka. Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk meninjau berbagai direktori program pembangunan daerah dan memilih proyek CSR yang sesuai dengan kapasitas serta fokus bisnis mereka.

Dalam gelaran tersebut, lelang CSR berhasil menjaring komitmen investasi senilai Rp1,75 miliar. Dana kontribusi ini dialokasikan untuk beberapa proyek prioritas, seperti pembuatan gapura kawasan Pecinan, penataan taman Cut Mutia, pengadaan gerobak sampah serta kursi roda, hingga perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Lewat skema ini, kontribusi sektor swasta menjadi lebih terarah. Nilai bantuan, bentuk dukungan, hingga hak pencantuman logo perusahaan pada fasilitas publik diatur secara proporsional sesuai kesepakatan bersama.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa Pemkot Bekasi ingin menciptakan pola kemitraan yang lebih interaktif dan akuntabel. Pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan izin usaha sekaligus membuka ruang kolaborasi agar pertumbuhan investasi membawa dampak positif yang luas bagi publik.

“Kemajuan dan laju ekonomi suatu daerah sangat bergantung pada hadirnya iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, serta kepercayaan yang terbangun kuat antara pemerintah dan pelaku usaha,” tegas Tri.

Tri menambahkan, kolaborasi ini makin krusial seiring melonjaknya tren investasi di Kota Bekasi. Data BIG 2026 mencatat realisasi investasi Triwulan I dan II tahun 2026 sudah menembus angka Rp9,7 triliun, atau sekitar 81 persen dari target tahunan.

“Capaian ini membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap Kota Bekasi. Potensi ini harus terus kita kawal dan optimalkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bekasi, Priyadi Santoso, menjelaskan bahwa platform SI-BALAI KEREN mempermudah pengusaha mengakses informasi perizinan, peluang investasi, hingga skema kemitraan. Platform ini juga menampilkan proyek-proyek yang membutuhkan suntikan dana pendamping (co-funding).

 “Dengan sistem digital ini, kontribusi dunia usaha menjadi tepat sasaran karena disalurkan langsung pada kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Priyadi.

Daftar program dalam SI-BALAI KEREN akan diperbarui secara berkala, membuka kesempatan luas bagi perusahaan lain untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kota Bekasi.

“Kami ingin Pemkot Bekasi tidak sekadar hadir saat pemrosesan izin, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mengembangkan iklim usaha,” tambah Priyadi.

Sejajar dengan kemudahan berinvestasi, Pemkot Bekasi mengimbau para pelaku usaha untuk disiplin melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebagai instrumen evaluasi realisasi investasi daerah. Bagi Tri, investasi yang berkualitas harus memadukan keuntungan ekonomi dengan dampak sosial-lingkungan (sustainable investment).

Halaman:

Tags

Terkini