nasional

Baja Benteng Garda Depan: Bea Cukai Rangkul Civitas Akademika Lawan Kejahatan Lintas Perbatasan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:02 WIB

NAWACITAPOST.COM — Di tengah sengitnya dinamika perdagangan internasional dan maraknya ancaman kejahatan lintas negara, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengambil langkah berani dengan memperkuat barisan pertahanan di garis depan.
 
Melalui pendekatan preventif dan edukatif yang masif, Bea Cukai secara agresif menggandeng civitas akademika di berbagai daerah untuk membangun kesadaran publik serta membentengi perekonomian nasional dari ancaman peredaran barang ilegal.

Langkah strategis ini ditegaskan oleh Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, sebagaimana dipublikasikan melalui unggahan akun resmi Facebook Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Selasa (13/10/2026).
 
Baca Juga: Skandal Rp17 Miliar BTN Memanas: Linawati Bongkar Puluhan Buku Rekening dan Kartu ATM Misterius
 
Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi aktif dengan dunia perguruan tinggi menjadi kunci vital untuk memberikan pemahaman langsung mengenai krusialnya pengawasan barang kena cukai dan kompleksitas perdagangan global.

Gerakan edukasi berskala luas ini menjangkau berbagai wilayah secara serentak dengan fokus pembekalan yang tajam dan taktis:

  • Tangerang Selatan (Kamis, 24/9/2026): Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten menggelar program Customs Goes to Campus di Universitas Bina Nusantara (Binus) Alam Sutera. Di hadapan 176 mahasiswa, Bea Cukai membongkar realitas praktik perdagangan global, mekanisme pengawasan ekspor-impor, serta memaparkan program pendampingan UMKM melalui Klinik Ekspor sebagai pendorong kapasitas bisnis lintas negara bagi generasi muda.
  • Semarang (Senin, 29/9/2026): Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar sosialisasi "Gempur Rokok Ilegal" di Universitas Diponegoro (UNDIP). Kegiatan ini secara khusus menempa mahasiswa untuk tampil sebagai agen perubahan yang aktif menolak, membongkar, dan melaporkan indikasi peredaran rokok ilegal demi melindungi negara dari potensi kerugian fiskal serta bahaya produk ilegal.
  • Yogyakarta (Rabu, 30/9/2026): Bea Cukai Yogyakarta membuka pintu markasnya untuk menerima kunjungan intensif rombongan mahasiswa Program Studi Diplomasi Pertahanan dan Keamanan UPN “Veteran” Yogyakarta. Dalam forum diskusi interaktif bertajuk “Pertempuran Tersembunyi di Perbatasan,” kedua pihak mengupas tuntas tantangan berat yang dihadapi para petugas Bea Cukai dalam mengamankan kedaulatan wilayah dan mengendalikan arus barang.

Baca Juga: Update Banjir Padang: Sungai Menerjang, Ratusan Warga Dievakuasi Ditengah Arus Deras

Menerobos Pertempuran Tersembunyi di Garis Batas

Penyelundupan modern tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik, melainkan taktik samar yang penuh risiko. Dalam penjelasannya, Netty menegaskan betapa krusialnya peran petugas dalam menghadapi pertempuran terselubung ini.

"Diskusi tersebut berfokus pada berbagai metode yang digunakan untuk menyelundupkan dan mendistribusikan barang secara ilegal melintasi perbatasan, serta strategi dan tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh Bea Cukai untuk mendeteksi, mencegah, dan mengambil tindakan terhadap pelanggaran," jelas Netty.
Netty menggambarkan bahwa perjuangan menjaga kedaulatan negara kerap kali tidak kasatmata, namun membutuhkan dedikasi, kecermatan tingkat tinggi, serta intelijen yang mumpuni dari setiap personel Bea Cukai.

"Melalui kunjungan ini, para siswa dapat melihat bahwa pertempuran di perbatasan tidak selalu terlihat. Di balik setiap inspeksi dan tindakan penegakan hukum terdapat upaya berkelanjutan untuk mengantisipasi risiko, mengungkap pelanggaran, dan memastikan bahwa perbatasan Indonesia tetap aman. Perbatasan mungkin merupakan garis depan, tetapi kewaspadaan, kolaborasi, dan pengetahuan adalah kunci untuk menjaganya tetap aman," tambah Netty.
Baca Juga: DPR RI Laksanakan Kunker Reses di Bali, Yasonna Laoly Tegaskan Pengawasan Ketat WNA
 

Membangun Sinergi Strategis demi Ekosistem Hukum dan Ekonomi

Bea Cukai menempatkan perguruan tinggi dan elemen masyarakat bukan sekadar sebagai target sosialisasi, melainkan sebagai mitra sejajar yang memegang peranan kunci dalam mengawal kebijakan kepabeanan dan cukai.

"Kami ingin sebagai mitra masyarakat dan akademisi. Melalui kolaborasi dengan sivitas akademika, mahasiswa dan warga tidak hanya memahami aturan kepabeanan dan cukai, tetapi juga merasakan manfaat nyata, seperti perlindungan dari barang ilegal hingga peluang pemberdayaan ekonomi melalui pendampingan ekspor UMKM," kata Netty menegaskan.
Melalui rangkaian edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan ini, Bea Cukai optimistis dapat memicu lahirnya ekosistem masyarakat yang taat hukum, paham akan fungsi vital kepabeanan sebagai benteng perlindungan (community protector) dan fasilitator perdagangan (trade facilitator), serta siap bergotong-royong menopang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Tags

Terkini