nasional

Guncang Ekonomi hingga Rp5 Triliun, MotoGP Mandalika 2026 Sedot 150 Ribu Pengunjung

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:38 WIB
MotoGP Mandalika 2026 sukses membawa 157.875 ribu pengunjung, dampak ekonominya diprediksi mencapai Rp5 triliun. (Instagram.com/MotoGP)

NAWACITAPOST.COM – Pertunjukan kecepatan dunia kembali mencatatkan tinta emas di pesisir Nusa Tenggara Barat. Gelaran MotoGP Mandalika 2026 tak hanya menyuguhkan aksi mendebarkan di atas lintasan balap, tetapi juga menjelma menjadi motor penggerak ekonomi yang sangat dahsyat.
 
Dijejali lebih dari 150 ribu pasang mata penonton, ajang balap internasional yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, ini diproyeksikan menyumbang dampak ekonomi spektakuler hingga menembus angka Rp5 triliun.

Geliat ribuan mesin berkapasitas besar di arena balap terbukti berbanding lurus dengan gairah ekonomi masyarakat lokal maupun nasional.
 
Baca Juga: Asap Karhutla Merambah ke Negara Tetangga, Pemerintah Minta Pemahaman dan Tegaskan Peran Oksigen Hutan
 
Sektor pariwisata, perhotelan, hingga unit usaha kecil seketika lumpuh dalam arti positif—disapu gelombang wisatawan domestik dan mancanegara yang memadati Pulau Seribu Masjid tersebut.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai capaian tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism di tingkat internasional.
 
Angka proyeksi dampak ekonomi itu sejalan dengan tingginya aktivitas pariwisata selama penyelenggaraan MotoGP pada Minggu (11/10/2026).

"MotoGP Mandalika merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan sport tourism di Indonesia," kata Widiyanti kepada awak media, Senin (12/10/2026).
 
Baca Juga: Lelah Di-pingpong BTN, Nasabah Linawati Menuntut Pengembalian Dana dan Transparansi Komunikasi

Gelombang 'Multiplier Effect' yang Mempesona

Dampak keberhasilan pesta olahraga dunia ini menjangkau hingga ke urat nadi perekonomian masyarakat terkecil.
 
Menurut Widiyanti, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak hanya diukur dari jumlah penonton, tetapi juga manfaat ekonomi yang dirasakan berbagai sektor.
 
Perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut merasakan dampak dari kedatangan wisatawan.

"Efek pengganda atau multiplier effect yang dihasilkan menjangkau berbagai sektor, mulai dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen di kawasan Mandalika dan 90 persen di Lombok Tengah serta Kota Mataram, peningkatan jumlah penumpang transportasi udara, hingga kenaikan omzet UMKM," sambungnya.
 
Baca Juga: Ujian Perdana Kapolri Suyudi: Laporan Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran Mengemuka

Kedahsyatan angka ini kian mengukuhkan hasil kajian Kementerian PPN/Bappenas. Besarnya potensi tersebut juga tercermin dalam kajian Kementerian PPN/Bappenas, di mana dampak ekonomi nasional MotoGP pada penyelenggaraan tahun sebelumnya diperkirakan mencapai Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

Mengunci Posisi di Panggung Global

Tren peningkatan jumlah penonton selama empat tahun penyelenggaraan turut menunjukkan daya tarik MotoGP Mandalika bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
 
Sirkuit tepi pantai ini kini bukan lagi sekadar arena adu cepat, melainkan mahakarya sport tourism yang diperhitungkan masyarakat dunia. Pemerintah pun berupaya memperluas manfaat ajang tersebut agar tidak berhenti ketika kompetisi berakhir.
 
Kementerian Pariwisata akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga momentum kebangkitan ekonomi ini.
 
Baca Juga: Skandal Rp17 Miliar BTN Memanas: Linawati Bongkar Puluhan Buku Rekening dan Kartu ATM Misterius

"Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan," terang Widiyanti.

"Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif. Karena itu, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik," pungkasnya.

Tags

Terkini