NAWACITAPOST.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungtua melaksanakan kegiatan skrining Tuberkulosis (TBC) Tahun 2025 bagi seluruh Warga Binaan, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Lapas Gunungtua terhadap kesehatan Warga Binaan sekaligus langkah nyata menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang sehat dan bebas TBC.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kementerian Kesehatan RI, dan World Health Organization (WHO) dengan target 100% pemeriksaan bagi seluruh Tahanan, Anak, Narapidana, dan Anak Binaan di Lapas, Rumah Tahanan Negara, serta Lembaga Pembinaan Khusus anak di seluruh Indonesia.
Baca Juga: OTT KPK Kepada Gubernur Riau Tuai Sorotan dari Praktisi Hukum dan Pendiri Law Institute 98
Kepala Lapas Gunungtua, Sahat Bangun, menjelaskan bahwa penanggulangan TBC menjadi salah satu prioritas nasional dan perhatian utama di lingkungan Pemasyarakatan.
“Penularan TBC cukup tinggi di lingkungan Lapas yang padat. Karena itu, skrining ini menjadi langkah preventif penting untuk mendeteksi dini kasus TBC agar dapat segera ditangani bersama Puskesmas Gunungtua dan Dinas Kesehatan. Dengan pemeriksaan rontgen dada dan tes dahak secara berkala, kami dapat mengidentifikasi Warga Binaan yang terpapar sebelum penyakit menyebar lebih luas,” ungkap Kalapas.
Kalapas juga mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Gunungtua atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Lapas Gunungtua berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang layak bagi seluruh Warga Binaan. Kami berharap kerja sama lintas sektor ini dapat terus diperkuat demi mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang sehat, aman, dan mendukung proses pembinaan,” tambahnya.
Kegiatan skrining berjalan lancar dan kondusif. Proses dimulai dari pendaftaran, anamnesis, pemeriksaan fisik, rontgen dada, pemeriksaan dokter umum, hingga pengambilan sampel dahak dan pengisian data kesehatan.
(Humas Lagunta)