NAWACITAPOST.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan informasi terkait dugaan suap yang diduga diterima oleh anak buahnya.
Ketua Umum Projokowi, sebuah ormas relawan yang kini mendukung Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 itu menyatakan, uang yang diterima pejabat Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo itu berasal dari perusahaan asal Jerman, SAP SE.
Budi Arie menjelaskan, jumlah uang yang diterima oleh pejabat tersebut sekitar Rp12 miliar. Menurutnya, angka tersebut dianggap kecil dan tidak signifikan dalam proyek tersebut.
"Toh sebenarnya angkanya, mohon maaf, tidak terlalu signifikan," kata Budi, dikutip Jumat (19/1/2024).
Meskipun demikian, ia membuka diri terhadap tindakan hukum apabila memang terbukti adanya pelanggaran.
Menurut penjelasan Budi Arie, kasus dugaan korupsi ini sudah terjadi sejak tahun 2012-2015, dan Dirut BAKTI Kemenkominfo yang terlibat dalam waktu itu sudah meninggal dunia.
Menkominfo menekankan bahwa hal ini merupakan peristiwa lama. Selain itu, menurutnya, masalah ini berkaitan dengan persaingan antar korporasi internasional.
Meski demikian, Budi Arie menyatakan ketersediaannya untuk memberikan kerja sama penuh jika aparat penegak hukum memutuskan untuk menindaklanjuti dugaan suap tersebut.
"Kalau lembaga penegak hukum mau menindaklanjutinya silakan saja," tegas dia.
Baca Juga: Gandeng Rapper Asal Amerika, IVE Rilis MV 'All Night', Bikin Penggemar Terpukau
Dugaan suap ini pertama kali muncul melalui rilis pers dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. DOJ) pada 10 Januari 2024, yang menunjukkan bahwa perusahaan Jerman, SAP SE, diduga menyuap pejabat di Indonesia dan Afrika Selatan selama periode 2015-2018.
Dalam konteks Indonesia, dugaan suap juga terjadi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta BAKTI Kemenkominfo. SAP SE telah setuju untuk membayar lebih dari 220 juta dolar AS untuk menyelesaikan penyelidikan di Departemen Kehakiman AS dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).