NAWACITAPOST.COM – Postur Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang membengkak hingga mencapai 26 orang menuai sorotan tajam dan kritik dari publik. Jumlah anggota lembaga penasihat kepala negara tersebut dinilai terlalu banyak atau gemuk, sehingga memicu pertanyaan publik terkait efisiensi dan efektivitas kinerjanya dalam mendampingi pemerintahan.
Menjawab gelombang kritik yang mengemuka, Ketua Wantimpres Pratikno memberikan penjelasan resmi mengenai struktur kepengurusan lembaga yang dipimpinnya.
Ia bergeming dan menilai bahwa komposisi besar tersebut bukan sebuah beban, melainkan potensi strategis karena menghimpun ragam latar belakang ilmu dan rekam jejak.
Baca Juga: Pesan Mendalam Menkeu Suahasil Nazara: Coretax dan Kepercayaan Publik Kunci Utama Penerimaan Negara
Keragaman tersebut dinilai dapat memperkaya masukan yang nantinya diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam memetakan serta mengeksekusi berbagai kebijakan nasional.
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Pratikno memberikan penjelasan mengenai jumlah anggota Wantimpres yang mencapai 26 orang. (Instagram.com/@pratikno)
“Justru ini adalah keanggotaan yang paling kaya ya, paling kaya dalam artian kekayaan variasi pengalaman dan pengetahuan yang bervariasi. Jadi, kita harapkan justru akan menjadi lebih komprehensif,” kata Pratikno kepada awak media, Kamis (8/10/2026).
Pratikno menambahkan bahwa manfaat utama dari komposisi tersebut tidak sekadar berpatokan pada kapasitas intelektual maupun pengalaman prosedural semata.
Menurutnya, tiap figur yang terpilih membawa kearifan tersendiri yang mampu menghadirkan sudut pandang segar serta berimbang sewaktu mengurai dinamika persoalan bangsa.
Mengenai mekanisme kerja, para anggota Wantimpres nantinya akan dibagi berdasarkan bidang tertentu. Namun, pembagian sektor tersebut dipastikan tidak akan berjalan kaku agar fleksibilitas analisis tetap terjaga.
Langkah ini diambil mengingat berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah kerap bertaut antar-sektor dan memicu kompleksitas tinggi. Karena itu, pembahasan lintas bidang atau cross sectoral tetap diperlukan secara intensif dalam merumuskan pertimbangan terbaik bagi Presiden.
Napas optimisme senada ditiupkan oleh Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa. Mengikis kekhawatiran publik mengenai birokrasi yang lamban, ia menegaskan bahwa jumlah anggota yang besar tidak otomatis membuat proses pembahasan maupun pengambilan keputusan menjadi tidak efektif.
Baca Juga: Buntut Polemik Ucapan 'Enjoy' Kabut Asap Karhutla, Wali Kota Palembang Akui Salah Pilih Kata
Bagi Hatta, akumulasi jumlah anggota justru menjadi ruang kolaborasi yang memungkinkan suatu persoalan dibedah secara lebih mendalam, presisi, dan multidimensional berkat keterlibatan pengalaman dari pelbagai lini.
Seluruh jajaran Wantimpres berkomitmen mempersembahkan ide serta masukan berbobot tinggi demi menopang kepemimpinan nasional.
“Harapan publik kita bisa betul-betul memberikan nasihat dan pertimbangan yang berkualitas kepada Bapak Presiden agar betul-betul kita bisa membantu presiden,” ujar Hatta kepada awak media Kamis, (8/10/2026).
Hatta juga menegaskan kembali kedudukan konstitusional Wantimpres yang berada langsung di bawah Presiden.
Ia meyakini bahwa bentangan latar belakang dan rekam jejak para anggota yang bervariasi akan menjadi modal fundamental bagi lembaga tersebut dalam menjalankan amanat undang-undang untuk memberikan pertimbangan strategis kepada kepala negara.
Artikel Terkait
Garda Depan Asta Cita: Menkeu Suahasil Nazara Pacu APBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Terik Siang Menyengat, AC Mobil Mendadak Panas? Ternyata Ini Pemicu Utamanya
Rumah Dinas TNI Digerebek Polisi, KSAD Janji Sikat Anggota yang Terlibat Judi Online
Penggerebekan Rumah Dinas TNI di Cijantung Terkait Dugaan Judi Online, Begini Kronologinya!
Horor Terlepasnya Roda Chery Omoda 5 di Malaysia: Seberapa Bahaya Jika Komponen Ini Patah?