NAWACITAPOST.COM — Gelombang keluhan mendadak membanjiri platform media sosial Threads usai puluhan warganet mengaku mengalami gangguan kesehatan berat pascasantap malam di sebuah resto Korea baru yang berlokasi di pusat perbelanjaan 23 Paskal, Bandung.
Insiden dugaan keracunan massal ini memicu keresahan publik setelah para korban membeberkan simtom yang mirip, mulai dari diare hebat, demam tinggi, hingga penanganan medis darurat berupa rawat inap di rumah sakit.
Berdasarkan penelusuran berbagai unggahan yang viral, para korban menyantap hidangan di restoran tersebut secara berturut-turut pada rentang waktu 2 hingga 4 Oktober 2026.
Baca Juga: Lautan Garuda Menggemuruh: 67 Ribu Tiket Final Indonesia vs Thailand Resmi Ludes Dipagut Suporter
Efek samping berupa gangguan pencernaan akut dan penurunan kondisi fisik secara drastis dirasakan para pengunjung hanya selang beberapa jam hingga sehari setelah mengonsumsi makanan di lokasi tersebut.
Dampak kesehatan serius dirasakan oleh sejumlah pengunjung yang membagikan kesaksian mereka di media sosial.
Salah satu korban, akun Threads @nittachandra, mengungkapkan pengalaman traumatis yang dialaminya seusai berkunjung ke restoran tersebut pada akhir pekan.
“Sabtu, 3 Oktober 2026, aku makan di resto Korea baru di Paskal 23. Subuhnya langsung diare sampe 3x, besoknya sampai demam tinggi dan menggigil,” tulis akun Threads @nittachandra pada Senin, 5 Oktober 2026.
“Pertama kirain kena influenza, tapi setelah di-cek ternyata keracunan makanan dan sampai hari ini masih demam turun naik, dan diare udah sampe 15 kali,” imbuhnya.
Kondisi tidak kalah mengkhawatirkan dialami oleh korban lain yang harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
Deretan keluhan senada terus bermunculan dari warganet yang meluapkan kekecewaan serta menuntut pertanggungjawaban dari pengelola tempat makan tersebut.
Utas lain ditulis oleh akun @arl****a pada Selasa, 6 Oktober 2026, “Makan tanggal 2 Oktober 2026 malam, besoknya diare, mual, muntah, demam tinggi sampai harus rawat inap. Tanggung jawab ga??”
Penderitaan serupa melanda pasangan suami istri yang harus menyulap momen liburan akhir pekan mereka menjadi perawatan medis berkepanjangan akibat dampak serius pada saluran pencernaan.
“Saya dan suami juga makan di sana Jumat malam 2 Oktober 2026, sampai hari ini kita masih dirawat di RS. Kondisi belum membaik, ini kita masih enggak enak banget dan udah 4 hari dirawat,” tulis akun @spi******2 pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Baca Juga: Kepungan Asap Karhutla Memancar, Udara Makassar dan Maros Memburuk Hingga Kategori Tidak Sehat
Ancaman kesehatan ini terasa semakin mengkhawatirkan bagi kelompok rentan. Seorang ibu hamil turut menjadi korban dan harus menanggung risiko tinggi akibat infeksi pencernaan yang dialami bersama sang suami.
“Saya ingin melaporkan dugaan gangguan kesehatan setelah saya dan suami makan pada Sabtu, 3 oktober 2026. Sejak itu kami mengalami diare selama 2 hari dan suami saya mengalami demam hingga >39°C sampai harus mendapat infus dan obat,” ungkap akun @wic*********e pada Selasa, 6 Oktober 2026.
“Saya sendiri sedang hamil trimester pertama dan juga mengalami diare serta mual/muntah,” sambungnya.
Laporan terkait dugaan keracunan makanan ini terus menyita perhatian luas warganet dan merembet menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Kendati gelombang desakan serta kesaksian dari para korban terus meluas, pihak pengelola restoran Korea di mal 23 Paskal Bandung tersebut masih belum memberikan keterangan resmi, tanggapan, maupun klarifikasi atas insiden yang merugikan para konsumennya tersebut.