Baca Juga : Menteri PUPR Basuki Hadimuljono : Kedapatan Kontraktor Nakal, Langsung Blacklist
Survei CISA ini dimulai sejak tanggal 1-7 Desember 2021, menyasar 1.200 responden di 34 Provinsi secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Survei CISA ini Margin of Errornya mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan pada 95 persen, jelas Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa kepada media.
Baca Juga : Ini Cara Yasonna Ekstradisi Maria Lumowa
Survei yang juga menyasar Menteri atau Pejabat Negara dengan Kinerja yang Optimal selama ini berdasarkan Integritas, Kapabilitas, Kepemimpinan, Produktifitas, dan Popularitas.
Baca Juga : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Jamin ketersediaan 11 Komoditas Pangan
Menurut CISA, ada 3 menteri berdasarkan kategori tersebut, yaitu Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR) 28,75 persen, Yasonna H.Laoly (Menkumham) 17,25 persen Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian) 10,25 persen.
Menteri PUPR yang selalu mengenakan HP jadul, hobi fotografi dan pemain band ini dijuluki bapak infrastruktur pembangunan oleh Presiden Jokowi. Perintah Jokowi dilaksanakan dengan tepat, cermat dan cepat. Terbentang jalan tol di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, jalan trans Papua, bendungan, pelabuhan laut, dan bandara, serta pembangunan lainnya di seluruh Indonesia. Bahkan pembangunannya tak ada yang mangkrak, dikerjakan teoat waktu dan bisa digunakan oleh rakyat Indonesia.
Sementara itu pria asal Nias ini. Bernama Yasonna Laoly, dalam tugas negaranya berhasil membawa buronan kelas kakap yang merugikan negara. Maria Pauline Lumowa dengan kasus BNI dengan nilai kerugian negara 1,7 triliun rupiah. Serta berhasil menjaga ritme peraturan dan hukum, sehingga tidak bergejolak lebih parah. Tangan dinginnya berhasil meredakan dan menyatukan dualisme kepemimpinan Partai Golkar kala itu antara Abu Rizal Bakrie dan Agung Laksono.
Sedangkan mantan Gubernur Sulsel. Perlahan dan pasti membangun kawasan lumbung nasional yang dikenal dengan food estate diberbagai daerah di Indonesia. Gejolak harga kebutuhan pokok bisa diredamnya. Itulah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Yang pasti dan jelas. Ketiga Menteri ini dalam melaksankan keputusan selalu berpegang pada peraturan, perundang-undangan dan hukum yang berlaku. Sehingga resistensinya sedikit sekali terjadi.