NAWACITAPOST.COM — Aksi nekad penyelundupan bubuk padat mengandung emas bernilai puluhan miliar rupiah menuju Singapura berhasil digagalkan jajaran Bea Cukai Batam.
Lewat operasi pengawasan ketat di dua pelabuhan internasional, petugas menyita total 11,31 kilogram emas kadar tinggi yang disembunyikan dalam berbagai modus dramatis, mulai dari pakaian dalam hingga dimasukkan ke dalam tubuh (inserter).
Keberhasilan penggagalan keluar barang berharga dari Kawasan Perdagangan Bebas Batam ini diungkapkan melalui unggahan resmi akun Facebook Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Estafet Diplomasi: Eks Wamenlu Dino Patti Djalal Soroti Karpet Merah Menlu Arrmanatha Nasir
"Penindakan dilakukan dalam dua rangkaian kegiatan pada 22 dan 24 September 2026 terhadap delapan penumpang yang akan melakukan perjalanan dari Batam menuju Singapura," ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo.
Aksi pembongkaran Pertama terjadi pada Selasa (22/9/2026) di Terminal Keberangkatan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre. Berawal dari analisis penciuman risiko dan pemeriksaan barang bawaan, petugas menghentikan seorang penumpang berinisial SQ.
Dari tangannya, ditemukan tujuh bungkusan bubuk padat mencurigakan seberat 1.875 gram.
Hasil uji Laboratorium Bea dan Cukai Batam mengonfirmasi bubuk tersebut positif emas murni (Au) dengan kadar mencapai 99,530 persen.
Nilai barang dari penindakan pertama ini ditaksir mencapai Rp4,77 miliar, dengan potensi kerugian negara yang diselamatkan sebesar Rp595 juta.
Tak berhenti di situ, pengembangan analisis risiko pola perjalanan penumpang kembali membuahkan hasil dua hari berselang, Kamis (24/9/2026).
Bea Cukai Batam memperketat pengawasan di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre dan Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay.
Dalam penindakan kedua ini, petugas mencegat tujuh penumpang berturut-turut berinisial TLK, CYA, LJ, CYO, CM, PC, dan YM. Dari pemeriksaan intensif, ditemukan 36 bungkusan bubuk padat emas dengan berat bruto 9.435 gram.
Modus yang digunakan tergolong nekad, mulai dari disembunyikan di dalam tas, diselipkan pada pakaian dalam, hingga dimasukkan langsung ke dalam tubuh (inserter).
Pengujian laboratorium menunjukkan sampel bubuk padat tersebut memiliki kadar emas tinggi berkisar 99,115 persen hingga 99,219 persen.
Estimasi nilai barang pada gelombang kedua ini menembus Rp24,46 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp3,06 miliar.
Secara akumulatif dari dua rangkaian operasi tersebut, Bea Cukai Batam berhasil mengamankan 43 bungkusan bubuk emas seberat 11.310 gram dari delapan penumpang.
Total estimasi nilai barang capai Rp29,23 miliar, dan memulihkan potensi kerugian negara hingga Rp3,65 miliar.
"Penindakan ini kami lakukan dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan kepabeanan terhadap barang yang dibawa keluar dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Perkara tersebut saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan penelitian untuk menentukan arah tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Agung.
Para pelaku diduga kuat melanggar ketentuan bidang kepabeanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2025 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.
Agung menegaskan komitmen Bea Cukai Batam untuk terus memperketat pintu-pintu keluar Batam demi menjaga kedaulatan ekonomi negara.
"Pengawasan tidak hanya kami tujukan terhadap barang yang masuk ke wilayah Batam, tetapi juga terhadap barang yang dibawa keluar dari kawasan bebas untuk memastikan seluruh kewajiban kepabeanan dipenuhi," tutupnya.(Bazo)
Artikel Terkait
Formasi Utama Pulih, Menkeu Suahasil Nazara Siap Pimpin Tiga Wakil Menteri Mengawal Fiskal Negara
Benteng Ideologi: Wakil Ketua DPRD Nganjuk Jianto Tegaskan Pancasila Kompas Moral Bangsa
Menkeu Suahasil Nazara: Disiplin dan Kredibilitas APBN Warisan Frans Seda Penyelamat Krisis
Dirut KAI Buka Suara: Janji Pasang Badan Kawal Masinis Tersangka Insiden Bekasi
Kebakaran Hanguskan Trans Home Jogja: Gedung Ludes Tiga Lantai, Dua Karyawan Tewas