NAWACITAPOST.COM - Tari merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki berbagai macam jenis dari berbagai daerah di Indonesia. Di Kabupaten Jombang juga terdapat warisan kesenian tari yang menarik.
Tarian khas Kabupaten Jombang ini bernama tari Klono Sewu yang sekaligus menjadi warisan budaya Kabupaten Jombang. Tari Klono Sewu juga ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.
Baca Juga: PT Alam Sutera Realty Tbk: Merawat Warisan Budaya Melalui Pengembangan Kawasan GWK di Bali
Sejarah Tari Klono Sewu
Kesenian tari topeng Klono Sewu merupakan salah satu kesenian daerah asli Jombang. Tari Klono Sewu sendiri berasal dari Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Konon katanya kesenian tari ini sudah ada sejak jaman Majapahit. Tarian ini diciptakan oleh para seniman yang tergabung dalam komunitas seni tari topeng Jatiduwur. Topeng yang dipakai pada tari ini merupakan topeng asli peninggalan Ki Purwo.
Mitos di kalangan masyarakat percaya bahwa tarian ini dapat menyembuhkan orang sakit. Tari Klono Sewu ini merupakan satu-satunya tari daerah asal Jombang yang ditetapkan oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan sebagai warisan budaya tak benda.
Baca Juga: Tutup Pelatihan Tenun Baduy, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Lestarikan Warisan Budaya Leluhur
Disamping itu kesenian tari ini juga menjadi ciri khas budaya yang menonjol di Kabupaten Jombang. Sayangnya tak banyak masyarakat yang mengetahui tarian ini.
Para penari Klono Sewu memakai topeng Klono. Topeng Klono memiliki motif khusus yang menggambarkan ekspresi emosi. Pakaian yang dikenakan dalam penampilan tari ini cukup sederhana, yaitu memakai kaos lengan panjang putih dan celana panjang hitam.
Selain itu terdapat beberapa aksesoris lainnya seperti kain batik yang dipakai di bagian kaki, selendang, serta hiasan dada.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Aceh, Intip Pesona Alam dan Warisan Budaya yang Tak Terlupakan
Sedangkan untuk bagian kaki, tidak terdapat aksesoris maupun alas kaki khusus. Tarian Klono Sewu ini biasanya ditampilkan oleh seorang penari saja, dan baru pertama kali digelar secara kolosal di Alun-alun Kabupaten Jombang.
Gerakan – gerakan pada tarian ini dapat dibilang cukup susah. Walaupun terlihat mudah, namun untuk menyempurnakan tarian ini diperlukan latihan sampai berminggu-minggu. Penari memulai tariannya dengan gerakan memutari area tari dengan langkah kaki cepat. Setelah memutari area tari beberapa saat, penari akan memulai gerakan tarinya.
Tarian ini berfokus pada gerakan tangan, kaki, dan juga leher. Terdapat bagian-bagian seperti ayunan tangan, hentakan kaki, dan gelengan kepala. Gerakan pada tarian ini membutuhkan fokus yang tinggi, dan juga emosi yang baik.