Kamis, 4 Juni 2026

Jangan Sampai Lupa! 5 Warisan Budaya Tak Benda Dari Indonesia Yang Sudah Diakui UNESCO

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Minggu, 5 Juni 2022 | 09:58 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Sebagai negara yang terdiri dari berbagai pulau dan daerah, Indonesia juga punya beragam warisan budaya yang perlu dilestarikan. Beberapa di antaranya mungkin sudah sulit untuk ditemukan. Tentunya Indonesia memiliki banyak warisan budaya, salah satunya adalah warisan budaya tak benda. Warisan budaya ini mulai dari tarian, upacara adat, bahkan hingga pengetahuan. Tidak hanya terkenal dengan keanekaragaman di dalam negri saja, tentunya keanekaragaman budaya Indonesia juga sudah banyak diakui oleh UNESCO.

Mengutip dari Kompas.com, berikut adalah beberapa warisan budaya tak benda dari Indonesia yang sudah diakui UNESCO yaitu:

  1. Kesenian Wayang


Kesenian wayang berasal dari Pulau Jawa yang dan berkembang selama 10 abad di kerajaan-kerajaan Jawa dan Bali. Ada dua jenis kesenian wayang, yakni wayang golek dan wayang kulit. Pertunjukan wayang dimainkan oleh seorang dalang, diiringi musik dari gamelan dan penyanyi yang disebut sinden. Kesenian wayang mengangkat kisah mitos dari Indonesia, Persia, dan lainnya. Kisah yang diangkat mengandung nilai-nilai moral hingga kritik sosial. UNESCO menetapkan kesenian wayang sebagai warisan budaya tak benda pada 2008.

  1. Angklung


Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. UNESCO menetapkan angklung sebagai warisan budaya tak benda pada 2010. Angklung terbuat dari dua sampai empat pipa bambu dengan beragam ukuran, kemudian dilekatkan pada kerangka bambu dan diikat dengan tali rotan. Cara memainkannya cukup sederhana, yaitu satu tangan memegang bagian atas angklung dan tangan lain memegang bagian bawahnya. Selanjutnya, pemain dapat menggoyangkan angklung sehingga menyebabkan pipa-pipa bambu yang menyusun angklung saling berbenturan dan menghasilkan bunyi nada tertentu. Setiap angklung menghasilkan satu nada, sehingga beberapa pemain harus berkolaborasi untuk menghasilkan melodi.

  1. Tari Saman


Tari Saman adalah tarian tradisional dari dataran tinggi Gayo, Provinsi Aceh. Para penari duduk berjajar dengan rapat. Mereka bertepuk tangan, menepuk dada, paha, dan lantai, serta menjentikkan jari, mengayunkan dan memutar tubuh serta kepala dengan kompak sesuai irama. Para penari tersebut menggunakan kostum berwarna hitam dengan balutan kain warna-warni motif gayo. Mereka menari dengan kompak diringi lagu berbahasa Gayo. UNESCO menetapkan tari saman sebagai warisan budaya tak benda pada 2011.

  1. Tari Genre Tari Tradisional Bali


Tiga genre tari tradisional Bali diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2015. Tiga tari tersebut meliputi tari sakral (wali), semi sakral (bebali), dan tari tradisional yang dapat dinikmati masyarakat luas (bebalihan). Tiga jenis tersebut tari tradisional Bali tersebut memiliki penggunaan yang berbeda. Tari wali adalah tarian sakral yang digunakan untuk upacara keagamaan. Meliputi, tari Rejang, tari Sanghyang Dedari, dan tari Baris Upacara.

Sedangkan, tari bebali merupakan tarian tradisional semi sakral biasanya digunakan untuk pelengkap atau pengiring keagamaan. Meliputi, tari Putu, tari Topeng, drama tari Gambuh, dan drama tari Wayang Wong. Jenis terakhir, yakni tari bebalihan atau balih-balihan adalah jenis tarian untuk hiburan yang biasa disajikan untuk wisatawan. Tarian ini biasa ditampilkan pada acara-acara misalnya di hotel atau tempat-tempat wisata yang menyajikan tarian bebalihan. Antara lain, tari Legong Keraton, tari Joged Bumbung, dan tari Barong Ket 'Kuntisraya'.

  1. Pencak Silat


Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional yang berasal dari Tanah Jawa dan Sumatera. Tak hanya unsur olahraga, pencak silat juga mencakup aspek mental, spiritual, dan seni. Gerak dan gaya pencak silat sangat dipengaruhi oleh unsur seni, meliputi kesatuan tubuh dan gerak sesuai dengan musik pengiringnya. Masing-masing daerah memiliki jurus, gaya, musik pengiring, dan peralatan pendukung (kostum dan senjata tradisional) yang berbeda-beda. UNESCO menetapkan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada 2019.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini