Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Aksi netizen Indonesia yang berbondong-bondong memberikan bintang satu untuk lokasi wisata Sungai Aare, Swiss membuat media Swiss menyoroti aksi ini. Berbagai macam hate speech yang dilontarkan para netizen Indonesia yang menyerbu aplikasi Google Maps ini sampai di telinga banyak orang. Bahkan, sebuah media Swiss bernama 20 Minuten pun sempat mengunggah sebuah artikel yang berisikan aksi netizen Indonesia ini.
Imbas hilangnya Eril, tak sedikit netizen RI mulai memberikan nilai buruk akan Sungai Aare.
"Banyak penggunaan Indonesia yang mulai memberikan bintang satu kepada Aare di Google Maps, seperti dilaporkan reporter Blick pada Sabtu (28/5). Alasan mereka: Sungai itu 'terlalu tidak aman', Mumtadz 'masih belum ditemukan,' atau semudah 'sungai buruk'."
Media Blick juga mengangkat rumor soal 'penunggu' yang biasa digunakan masyarakat Indonesia untuk merujuk pada roh di tempat itu.
Meski demikian, Blick menyoroti penilaian lain di ulasan Google. Ulasan itu mengatakan tidak ada siapapun yang bisa disalahkan atas hilangnya Eril, dan maka dari itu tak perlu memberikan bintang satu ke Sungai Aare.