Baca Juga : Akrab dengan Anies Baswedan, Fadli Zon Tidak Disukai Wahidin Halim?
Tetap saja kritik dilontarkan. Anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra. Hermawan mengatakan, masyarakat pada dasarnya memang membutuhkan akses hiburan.
Namun, ketika poisitivity rate di atas 7 persen dan total kasus Covid-19 mencapai 160 ribu, sangat disayangkan memutuskan kembali membuka bioskop. Apalagi hampir seluruh sektor yang telah dibuka seperti pusat perbelanjaan, perkantoran ataupun pusat bisnis telah tedampak dan ada yang menjadi klaster baru.
Bahkan angkanya luar biasa banyak yang tidak terlaporkan. Bioskop kan kebutuhan tersier, dan aktivitasnya cukup padat. Kami menyayangkan kalau dibuka di masa pandemi ini. Sulit melakukan screening pengunjung dan kan tidak tahu riwayatnya mereka. Apalagi kasus positif kebanyakan asimtomatif (tidak bergejala), tegas Hermawan seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis 27 Agustus 2020
Dia juga menyayangkan pernyataan Satgas Covid-19 yang menyatakan bioskop memiliki karakteristik dan kontribusi penting, terutama dalam hiburan masyarakat dan bisa meningkatkan imunitas karena kebahagiaan menonton film di bioskop.
Ditambahkan Hermawan, kalau pernyataan itu keluar dari mulut pejabat mungkin tujuannya menggerakan ekonomi, tetapi kalau dari pakar ahli kesehatan masyarakat maka itu tidak berdasar. Bioskop memang sarana hiburan tetapi mengaitkan menonton bioskop dengan meningkatkan imunitas prematur dan tidak berdasar.
Alasan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuka bioskop kental beraroma ekonomis. Hitung saja jumlah layar Bioskop di Jakarta tahun 2017 sebanyak 600 dan diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 1000. Jika pada kondisi normal jumlah kursi di bioskop mencapai 200 lebih dan kondisi pandemi korona 100 kursi.
Penyemprotan Disinfektan Didalam Gedung Bisokop
Kemudian harga tarif masuk bioskop minimal 50.000 rupiah, dan PPN untuk Pemda sebesar 10 persen. Maka pendapatan yang didapat kantor Anies per hari sebesar 500 juta rupiah. Sebulan mencapai 15 milyar rupiah, dan setahun mencapai 180 milyar rupiah. Itu untuk pendapatan dari tiket saja. Itu pendapatan bioskop pada situasi pandemi
Di satu sisi Anies menerapkan dan menggalakan PSPB, tapi pada sisi yang lain melonggarkan dan malah membuka tenpat hiburan. Sehingga bisa menambah jumlah pasien covid 19 semakin bertambah.
Kabarnya, suami dari Fery Farhati mungkin tidak ingin segala sesuatu yang dilakukan Pemda Jakarta efek positifnya yang dapat pemerintah pusat. Apakah hal ini termasuk dengan situasi yang terjadi saat ini? Tidak ada yang tahu akan hal ini. Sepertinya Anies keras kepala atau bahasa Belanda-nya Koppig dan dilafalkan dengan kopeh.