ekonomi

Publik Diminta Beri Masukan Terkait Rencana Investasi dan Kebijakan JETP

Rabu, 1 November 2023 | 21:49 WIB


NAWACITApost.com - Sekretariat Just Energy Transion Partnership (JETP) membuka draf rencana investasi ke publik. Dokumen
Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) itu dapat diakses publik di situs hDps://jetp-id.org/ yang diluncurkan hari ini.





Dengan dibukanya draf tersebut, masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan. Saran atau masukan atas draf rencana investasi ini dapat dilakukan melalui sebuah formulir yang terdapat pada situs JETP.





"JETP adalah salah satu inisiaIf dalam upaya transisi energi nasional. Maka dari itu kami membuka draf rencana investasi JETP dengan harapan dapat menjaring masukan sebanyak-banyaknya dari semua unsur dan lapisan masyarakat," ujar Kepala Sekretariat JETP Indonesia, Edo Mahendra, Rabu (1/11/2023).





Edo menjelaskan, masukan dari publik itu penting karena sejalan dengan komitmen JETP untuk menegakkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi. Kemitraan JETP merupakan inisiatif pendanaan transisi energi senilai lebih dari 20 milyar dolar AS.





JETP disepakati antara Indonesia dan negara-negara maju yang tergabung dalam International Partners Group (IPG) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, November 2022 silam. IPG terdiri atas pemerintah Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Denmark, Uni Eropa, Jerman, Prancis, Norwegia, Italia dan Inggris Raya.





Edo mengatakan, Sekretariat JETP Indonesia dibentuk dan mulai beroperasi pada bulan April 2023. Salah satu tugasnya adalah melakukan koordinasi dalam upaya penyusunan dokumen CIPP secara kolaboratif antara pemerintah Indonesia dan IPG dengan dukungan kelompok kerja (working groups) yang terdiri atas unsur-unsur lembaga internasional, think tank, program kerjasama bidang energi dan masyarakat madani.





"Dokumen CIPP JETP merupakan living document. Artinya, dokumen ini akan diperbaharui terus setiap tahunnya agar dapat mencerminkan perkembangan ekonomi global dan prioritas pembangunan dalam negeri. Kami mengharapkan keterlibatan publik dalam upaya kami untuk terus menyempurnakan dokumen ini," tambah Edo.


Halaman:

Tags

Terkini