Nganjuk, NAWACITApost.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-78 Rumah Sakit Daerah (RSD) Nganjuk, meresmikan Klinik Eksekutif Alamanda sekaligus peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pada Kamis, (31/8/2023).
Informasi yang dihimpun jurnalis Nawacitapost.com kegiatan peresmian klinik dihadiri oleh Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, M.BA, Sekda Nganjuk Nur Solekan, Direktur RSD Nganjuk dr Tien Farida Yani MMRS, dan Professional Public Speaker Sri Sumahardani.
-
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi meresmikan langsung klinik dengan pengguntingan pita di pintu masuk Klinik Eksekutif, dan didampingi oleh Sekda Nur Solekan, juga Direktur RSD Tien Farida Yani, dan Professional Public Speaker Sri Sumahardani.
Selain itu pada kegiatan tersebut itu juga dilaksanakan penunjukan dan pengukuhan jajaran pengurus dengan menyematkan pin tanda pengukuhan kepada ketua komite, koordinator, kepala instalasi, kepala unit, dokter ruangan, kepala klinik, dokter pemeriksa, dokter penanggungjawab, dan dokter ruangan yang juga dilakukan langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.
-
Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen menyampaikan dengan diresmikannya klinik eksekutif alamanda, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar kota dan cukup berobat di Nganjuk saja.
"Saya juga berharap semua pegawai yang ada di RSD ini bisa menguasai 3 hal, pertama masyarakat terpuaskan dengan pelayanannya, kedua pegawai juga terpuaskan atau sejahtera, ketiga pemda terpuaskan dengan RSD bisa menyumbangkan ke PAD," kata Kang Marhaen.
-
Selain itu, Kang Marhaen juga meminta agar seluruh Pegawai Rumah Sakit Daerah (RSD) harus punya komitmen bersama dalam melayani masyarakat.
"Maka saya berharap betul manajemen rumah sakit harus baik, berdirinya RSD ini harus bisa memberikan kepuasan kepada tiga stakeholder, di mana masyarakat harus merasa puas setelah dilayani di RSD Nganjuk, dengan gedung yang nyaman (comfortable), melayani dengan tanggap dan penuh tanggungjawab (responsiveness), harus sesuai dengan kemampuannya atau handal (reability), ada jaminan untuk sembuh (insurance), serta empathy, mengerti apa yang dirasakan oleh orang lain atau pasien. Itu yang harus dipuaskan bersama," imbuh Kang Marhaen.
-
Stakeholder kedua yakni segenap pegawai RSD Nganjuk, artinya pihak rumah sakit juga harus bisa memuaskan seluruh pegawai atau pekerjanya, melalui reward atau penghargaan sesuai dengan kinerja dan prestasi yang didapat, baik secara individu, kelompok, maupun organisasi.
"Adapun stakeholder yang ketiga adalah pihak RSD berkewajiban untuk memuaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, dengan pelayanan RSD baik dan bagus, maka saya pribadi dan atas nama Bupati Nganjuk (Kang Marhaen red) juga merasa puas dan bangga kepada penjenengan semua, karena lingkungan yang nyaman, pelayanan dengan hati, dan empati," paparnya.
-
Sementara itu, Dr. Tian Farida Yani, mengungkapkan komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat.
"Dengan adanya klinik eksekutif, kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik dan memberikan semangat bagi para dokter juga perawat dan para pegawai di lingkungan RSD Nganjuk," pungkasnya.(Skr/Sin)