NAWACITApost.com - Realisasi dana transfer ke daerah (TKD) telah mencapai Rp 440,9 triliun atau sudah mencapai 54,1% dari pagu TKD yang sebesar Rp 814,7 triliun, hingga akhir Juli 2023. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi transfer ke daerah tersebut tumbuh 6,6% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.
Sri Mulyani mengatakan, peningkatan TKD tersebut utamanya karena meningkatnya penyaluran dana bagi hasil (DBH). Adapun realisasi DBH sudah mencapai Rp55,6 triliun atau meningkat 71,2% year on year (yoy).
Peningkatan ini terjadi karena pemerintah daerah menikmati setiap pendapatan negara yang dibagihasilkan. "DBH lebih tinggi terutama dari naiknya pagu DBH, khususnya jenis cukai hasil tembakau (CHT), mineral dan batubara, serta minyak dan gas," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Jumat (11/8/2023).
Kemudian realisasi dana alokasi umum (DAU) mengalami kongtraksi 4,6% yoy atau tersalurkan Rp 226,6 triliun. Realsiasi ini lebih rendah terutama karena pemda sedang menyiapkan syarat salur DAU spesifik tahap 2 dan 3 tahap penyaluran.
Sedangkan, dana alokasi khusus (DAK) fisik sudah tersalurkan Rp 13,6 triliun, tetapi mengalami kontraksi sebesar 7,7% yoy. Rendahnya realisasi ini karena pagu anggaran lebih rendah dari tahun lalu. Namun secara persentase tetap mengalami peningkatan.
DAK nonfisik realisasinya mencapai Rp 93,3 triliun atau meningkat 25% yoy. Lebih tinggi realsiasi ini terutama disebabkan karena adanya peningkatan kepatuhan penyampaian syarat salur.
“DAK nonfisik ini terutama untuk kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit di daerah serta Pendidikan terutama untuk sekolah dibawah Kemendikbud,” jelasnya.
Realisasi dana otonomi khsusus (otsus) telah mencapai Rp 7,1 triliun namun mengalami kontraksi 23,3% yoy. Kemudian insentif fiskal daerah juga mengalami kontraksi 4,3% atau mencapai Rp 2,03 triliun. Keduanya mengalami kontraksi karena daerah belum menyampaikan syarat salur.
Untuk realisasi dana keistimewaan mencapai Rp1,08 triliun atau meningkat 3,1% yoy. Realisasi hibah mencapai Rp 837 miliar, dan dana desa Rp40,5 triliun atau terkontraksi 2,6% yoy.