ekonomi

Ekonomi Jawa Timur Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 7 Februari 2025 | 15:26 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, saat menyampaikan paparan terkait pertumbuhan ekonomi, Jumat (7/2/2025) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di provinsi ini tetap kuat meskipun menghadapi tantangan global.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pertemuan triwulanan bersama media pada Jumat (7/2/2025). Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di sektor keuangan, termasuk perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Kementerian Keuangan.

Dalam presentasinya, Erwin menyoroti tiga aspek utama, yaitu kondisi ekonomi global, nasional, dan regional; proyeksi perekonomian Jawa Timur; serta strategi percepatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di daerah tersebut.

Ekonomi Jawa Timur mencatat pertumbuhan sebesar 5,03% pada triwulan IV 2024, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 4,91%. Kinerja positif ini didorong oleh sektor investasi, konsumsi rumah tangga, serta ekspor yang tetap kuat. Adapun sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di provinsi ini.

Secara tahunan, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 4,93% sepanjang 2024. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 4,95%. Peningkatan konsumsi swasta, yang didorong oleh momentum Pemilu dan Pilkada, menjadi faktor utama pertumbuhan. Selain itu, investasi juga terus menguat berkat proyek strategis nasional (PSN) serta berbagai proyek swasta, termasuk pengembangan pabrik kimia dan pengolahan logam mulia di Gresik.

Tingkat inflasi Jawa Timur sepanjang 2024 tercatat sebesar 1,51%, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,57%. Bahkan, pada Januari 2025, provinsi ini mengalami deflasi sebesar -0,54%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi bulan Januari dalam tiga tahun terakhir yang biasanya mencapai 0,24%.

Bank Indonesia memperkirakan inflasi di Jawa Timur pada 2025 akan mengalami sedikit kenaikan, tetapi tetap berada dalam kisaran target 2,5% ± 1%. Faktor-faktor yang berpotensi mendorong inflasi antara lain kebijakan harga dalam negeri serta imported inflation akibat naiknya harga komoditas emas. Namun, stabilisasi harga pangan dan kondisi cuaca yang lebih baik diharapkan mampu menekan inflasi agar tetap terkendali.

Agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, Bank Indonesia menekankan beberapa strategi utama, antara lain:

1. Penguatan Sektor Unggulan

  • Pengembangan sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
  • Optimalisasi industri smelter di Gresik untuk pengolahan emas dan produk kimia.

2. Pengembangan Sumber Pertumbuhan Baru

  • Hilirisasi industri dan peningkatan sektor pariwisata.
  • Penerapan ekonomi hijau dan biru untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

3. Peningkatan Integrasi Infrastruktur

  • Penyelesaian jalur lintas selatan (JLS) guna mendukung sektor pariwisata.
  • Pengembangan infrastruktur transportasi, termasuk percepatan jalur rel ganda dan pembangunan pelabuhan strategis.


Selain itu, BI juga mencatat percepatan digitalisasi dalam sistem pembayaran. Pada triwulan III 2024, transaksi QRIS di Jawa Timur mencapai Rp18,65 triliun, mengalami lonjakan hampir 200% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, perekonomian Jawa Timur pada 2025 diperkirakan tetap kuat dengan pertumbuhan berada di kisaran 4,7%–5,5%.

"Dengan strategi yang tepat dan sinergi antar-stakeholder, diharapkan ekonomi Jawa Timur dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," tutup Erwin. ***

Tags

Terkini