ekonomi

Bupati Cellica di Tagih Janji, Pedagang Pasar Proklamasi Rengasdengklok Kehilangan Mata Pencaharian  Akibat Tidak Lolos BI Checking

Rabu, 26 Juli 2023 | 12:57 WIB

Karawang, NAWACITPOST.COM - Dampak relokasi pedagang pasar baru Proklamasi Rengasdengklok Karawang menjerit terancam gulung tikar karena tak mampu mengangsur cicilan kios.

Akibat tak mampu bayar angsuran karena tidak lolos BI checking untuk mengajukan kredit pinjaman pada bank yang direkomendasi Pemda untuk pedagang pasar proklamasi Rengasdengklok.

Menurut salah satu pedagang baju pasar proklamasi Rengasdengklok Iyam (42), mengaku telah menerima surat mengosongkan kios jika sampai tanggal 31 Juli 2023 ini tidak membayar kios dari pihak pengelola pasar.

Dirinya juga menyesal karena telah percaya dengan janji Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana untuk pindah ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok.

"Sebelum dirinya pindah ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok, Bupati Karawang menjanjikan kepada para pedagang pasar lama untuk mempermudah segala urusan perpindahan dan pengisian ke kios di Pasar Proklamasi Rengasdengklok.

"Usaha kita terancam mati, A. Kita dulu, di janjikan sama Bupati akan dibantu urusan perpindahan kita, kayak soal kredit dan lain-lain. Tapi nyatanya nihil, A," ungkap Iyam, Rabu,(26/7/2023)

Senada dengan Iyam, Erna (40) yang juga merupakan pedagang di Pasar Proklamasi Rengasdengklok membenarkan jika Bupati Cellica Nurachdiana pernah menjanjikan kepada pedagang pasar lama yang tidak lolos BI Checking akan dibantu dengan koperasi yang dibuat langsung oleh pihak Pemda Karawang.

"Nihil, hoax, sampai sekarang enggak ada koperasinya. Malah pas saya tanya ke Disperindag dan Dinas Koperasi, katanya, koperasi itu masih dalam rencana," ujarnya.

Erna meminta para pedagang yang tidak mampu membayar kios dapat dipertemukan dengan Bupati Karawang.

"Saya harap sih kalau bisa, sebelum kita dikeluarkan dari kios, kita dipertemukan dengan Bupati. Karena Bupati yang sudah memberi janji ke kita dan kita menagih janjinya," tuturnya

Sementara itu, General Manager (GM) PT Visi Indonesia Mandiri (VIM), Agung Djajadi Putra membenarkan jika ada beberapa pedagang yang tidak bisa membayar kios karena permasalahan BI Checking.

Dan soal koperasi, pihaknya telah menghadap dengan pihak Pemda Karawang untuk menanyakan persoalan koperasi yang sampai saat ini belum berjalan.

"Iyah betul. Ada beberapa pedagang yang tidak lolos BI Checking mereka mengharapkan janji Bupati yang akan membuat koperasi di Pasar Proklamasi, tapi sampai saat ini belum ada," ujarnya.

Agung juga menambahkan, para pedagang belum bisa membayar kios, pihaknya telah memberi keringanan berupa masa uji coba hampir selama 6 bulan bagi para pedagang.

"Kita juga sudah memberikan mereka masa uji coba berjualan disini. Namun sampai saat ini mereka belum membayar juga."

"Dan jika mereka tidak bisa membayar, terpaksa kita akan mengeluarkan mereka dari kios," tandasnya. (Nurjaya Bachtiar).

Tags

Terkini