ekonomi

Bapanas Tambah Periode Penyaluran Bantuan Pangan

Selasa, 18 Juli 2023 | 11:20 WIB

NAWACITApost.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya tengah mengajukan penyaluran bantuan pangan lagi, selama tiga bulan ke depan. Penambahan periode bantuan ini diharapkan memperkuat upaya pengendalian inflasi, menjaga stabilitas ketahanan pangan serta daya beli masyarakat.

"Saat ini kita sedang berupaya untuk mengajukan penambahan periode penyaluran bantuan selama 3 bulan ke depan," ujar Arief dalam keterangannya, dikutip Selasa (18/7/2023).

Bapanas mencatat, selama 3 bulan terakhir penyaluran bantuan pangan beras bagi masyarakat berpendapatan rendah telah rampung 100%. Penyaluran tersebut menyasar 21,353 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 38 provinsi dengan jumlah total mencapai 640.000 ton beras.

Arief menjelaskan, keberhasilan penyaluran bantuan pangan beras tersebut merupakan buah dari sinergi dan kolaborasi seluruh pihak terkait baik. Mulai dari unsur kementerian/lembaga, BUMN, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, asosiasi, hingga Satgas Pangan Polri.

Arief juga mengapresiasi Perum Bulog dan PT Pos Indonesia serta PT Jasa Prima Logistik (JPL) anak perusahaan Bulog dan PT DNR Logistic sebagai transporter penyaluran bantuan pangan beras. "Serta stakeholder terkait lainnya, sehingga penyaluran bantuan pangan beras selama tiga bulanan ini telah berjalan dengan baik," ujar Arief.

Arief mengatakan dalam proses penyaluran bantuan ini tentunya mengalami berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari validasi data KPM hingga kondisi akses distribusi ke daerah-daerah terpencil khususnya di provinsi-provinsi baru. Seperti Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.

Untuk itu, seiring dengan berkembangnya sistem pemerintahan di daerah tersebut, Arief mendorong penguatan sistem logistik pangan yang dapat menopang stabilitas pasokan pangan di wilayah tersebut. Arief menambahkan, bantuan pangan beras berfungsi sebagai bantalan, sehingga keberadaannya sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama 21,353 juta Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam program bantuan ini.

Tags

Terkini