ekonomi

Ekonomi Jawa Timur Tumbuh, Inflasi Terkendali, dan Investasi Meningkat

Kamis, 23 Januari 2025 | 10:41 WIB

NAWACITAPOST.COM – Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, dipimpin oleh Sigit Danang Joyo, menggelar konferensi pers bertajuk APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d. 31 Desember 2024. Acara ini berlangsung secara luring di Aula Majapahit GKN Surabaya 1 serta daring melalui Zoom Meeting. Acara yang dimulai pukul 10.30 WIB ini dihadiri oleh pejabat Kementerian Keuangan, Prof. Rudi Purwono, dan sejumlah media lokal.

Pada Triwulan III 2024, perekonomian Jawa Timur tetap menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,91% (yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga yang tetap stabil. Jawa Timur menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,55%.
Inflasi Jawa Timur tercatat rendah pada Desember 2024, yaitu sebesar 1,51% (yoy) dan 0,46% (mtm). Kinerja perdagangan internasional juga menggembirakan, dengan nilai ekspor pada November 2024 mencapai USD 2,23 miliar, sedangkan impor sebesar USD 2,15 miliar.
Investasi terus bertumbuh dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp13,88 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp25,81 triliun pada Triwulan III 2024.

Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi)
Realisasi KUR di Jawa Timur hingga 31 Desember 2024 mencapai Rp46,62 triliun, disalurkan kepada 909.119 debitur. Sementara itu, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp1,18 triliun untuk 264.341 debitur.

Realisasi APBN Jawa Timur
Pendapatan negara di Jawa Timur berhasil melampaui target, dengan realisasi mencapai Rp270,37 triliun atau 101,63% dari target Rp266,05 triliun. Pendapatan ini terdiri dari:

  • Penerimaan Perpajakan: Rp261,92 triliun (100,54% dari target).
  • PNBP: Rp8,45 triliun (152,7% dari target).

Isu Strategis Penerimaan Negara

  1. Pajak (DJP)

    • Realisasi penerimaan pajak mencapai Rp121,78 triliun (100,09% dari target), dengan pertumbuhan 14,34% dibandingkan tahun sebelumnya.
    • Faktor pendukung pertumbuhan pajak mencakup kenaikan tarif PPN, tren peningkatan harga komoditas, serta keberhasilan insentif perpajakan.
  2. Bea Cukai (DJBC)

    • Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp140,15 triliun (100,94% dari target).
    • Penerimaan cukai tumbuh 1,52% (yoy), sedangkan bea masuk dan bea keluar masing-masing tumbuh 9,38% dan 26,8%.
  3. PNBP

    • Realisasi PNBP mencapai Rp8,45 triliun, didukung oleh pendapatan BLU sebesar Rp4,03 triliun dan PNBP lainnya sebesar Rp4,42 triliun.

Hingga Desember 2024, belanja negara di Jawa Timur terserap sebesar Rp134,97 triliun (97,05% dari pagu), yang mencakup:

  • Belanja Kementerian/Lembaga: Rp53,51 triliun.
  • Transfer ke Daerah (TKD): Rp81,45 triliun.

TKD ini digunakan untuk mendukung sektor pendidikan, infrastruktur, dan program sosial di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Berbagai program pembangunan dan sosial yang didukung APBN berhasil memberikan dampak nyata, di antaranya:

  • Peningkatan infrastruktur: rehabilitasi jalan, pembangunan jaringan irigasi, dan instalasi air minum.
  • Sektor pendidikan: pembangunan dan renovasi sekolah dengan alokasi anggaran Rp1,12 triliun.
  • Kesehatan: pengadaan alat kesehatan dan ambulans dengan realisasi Rp645,63 miliar.

Sigit Danang Joyo menegaskan, “Capaian ini menunjukkan solidnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus memastikan manfaat APBN dirasakan langsung oleh masyarakat.” ***

Tags

Terkini