ekonomi

Gejolak Global Meningkat, Stabilitas Ekonomi Jawa Timur Tetap Terjaga

Kamis, 22 Agustus 2024 | 21:23 WIB

NAWACITAPOST.COM - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya gejolak geopolitik.

Langkah ini termasuk dalam strategi untuk memperkuat respons kebijakan yang terkoordinasi dan meningkatkan kewaspadaan dalam memitigasi risiko terhadap perekonomian serta stabilitas sistem keuangan domestik.

Dalam konteks ini, KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengadakan Media Briefing Triwulan III Tahun 2024 di Omah Kurasi, Surabaya, pada Kamis (22/8/2024).

Baca Juga: Festival Peneleh dan Java Coffee Culture 2024, Menyatukan Kopi dan Sejarah

Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peran masing-masing lembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, mengungkapkan bahwa BI tetap mempertahankan suku bunga acuan BI Rate pada angka 6,25%. "Bank Indonesia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2024 berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%, sesuai dengan estimasi sebelumnya," ujar Erwin.

Erwin juga menambahkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi global diperkirakan mencapai 3,2%, negara-negara berkembang akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Namun, negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat dalam menghadapi perlambatan ekonomi global.

Baca Juga: Tingkatkan Sinergi Perguruan Tinggi, Kanwil DJP Jatim I Gelar OFCTS 2024

Di sisi lain, Direktur Pengawasan LJK 2 dan Manajemen Strategis OJK Regional 4 Jawa Timur, Dedy Patria, menyoroti kinerja sektor jasa keuangan di Jawa Timur. Menurutnya, hingga Juni 2024, pertumbuhan dana pihak ketiga di Jawa Timur mencapai 7,81%, dengan pertumbuhan kredit sebesar 5,3%.

"Dari sisi permodalan, sektor perbankan juga masih kuat dengan rasio kecukupan modal di angka 29%, menunjukkan kondisi yang masih terkendali," jelas Dedy.

Selain itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, mengungkapkan bahwa hingga akhir Juni 2024, LPS telah berhasil menjamin 99,94% dari total rekening nasabah bank umum di Indonesia.

Baca Juga: Makin Cuan dengan Obligasi dan Sukuk Pegadaian: Investasi Berkelanjutan Rp 400 Miliar

LPS juga terus mengevaluasi dinamika suku bunga simpanan dan kinerja perbankan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Dengan berbagai langkah strategis yang dilakukan oleh BI, OJK, dan LPS, KSSK tetap optimis bahwa perekonomian Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan akan tetap kuat meski dihadapkan pada tantangan global yang kompleks.

Halaman:

Tags

Terkini