ekonomi

BSI Siapkan Resep UMKM Naik Kelas: Modal, Kapabilitas dan Akses Pasar

Minggu, 27 September 2026 | 22:50 WIB

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM — Dapat pembiayaan bukan berarti persoalan UMKM selesai. BSI menilai pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar modal untuk benar-benar naik kelas: manajemen, SDM, teknologi, sertifikasi halal hingga akses pasar.

Pandangan itu disampaikan Area Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Surabaya Kota, Ogi Yogasela, dalam Business Coaching Pembiayaan pada Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convention Exhibition Surabaya, Jumat (25/9/2026).

Mengusung tema “Sinergi Peningkatan Pembiayaan Syariah untuk Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Regional Jawa”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan kapasitas pelaku UMKM.

Ogi mengatakan BSI secara rutin menggelar business coaching, training dan edukasi. Pendampingan tersebut tidak hanya diarahkan untuk membuka akses pembiayaan, tetapi juga membantu pelaku usaha membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Saya pikir penting sekali. Kita sering mengadakan acara-acara business coaching. BSI pun sering mengadakan training, edukasi, dan pelatihan kepada UMKM, bukan hanya dari sisi permodalan, tetapi juga dari sisi kapabilitas mereka untuk bagaimana membangun usahanya,” ujar Ogi.

Menurutnya, UMKM perlu memperkuat sejumlah aspek secara bersamaan. Mulai dari pengelolaan finansial, kualitas SDM, pemanfaatan teknologi hingga sertifikasi halal.

“Dari sisi finansial, SDM, teknologi, termasuk sertifikasi halal. Jadi memang kita membangun kapabilitas UMKM ini bukan dari segi permodalan saja,” tegasnya.

BSI Dorong UMKM Lebih Sering Bertemu Pasar

Selain peningkatan kapasitas, Ogi menilai UMKM membutuhkan ruang promosi dan interaksi yang konsisten. Event dan expo dinilai menjadi salah satu sarana mempertemukan produk UMKM dengan konsumen sekaligus membuka jaringan bisnis.

“Kalau untuk membangun secara masif lagi, memang kita harus sering-sering mengadakan event atau expo dengan mayoritas dan kelompok-kelompok UMKM di Jawa Timur,” katanya.

Program edukasi dan pendampingan BSI telah dilakukan di berbagai wilayah Jawa Timur. Surabaya menjadi salah satu daerah yang aktif, disusul sejumlah wilayah seperti Jombang, Mojokerto dan kawasan Pantura.

Pendekatan tersebut diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu memperoleh pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperluas pasar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

BSI menilai kombinasi pembiayaan, pendampingan, peningkatan kapasitas dan akses pasar menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur. ***

Tags

Terkini