ekonomi

BI Luncurkan Indonesia Travel Pack, Dorong Wisman Belanja Lebih Banyak di RI

Minggu, 27 September 2026 | 12:33 WIB

Surabaya, NAWACITAPOST.COM — Bank Indonesia memperkuat konektivitas ekonomi dan keuangan digital (EKD) antarnegara melalui peluncuran Indonesia Travel Pack 2026.

Inisiatif ini dirancang untuk memudahkan wisatawan mancanegara menemukan informasi destinasi, konektivitas telekomunikasi, sekaligus pilihan pembayaran digital selama berada di Indonesia.

Indonesia Travel Pack dikemas dalam bentuk e-book panduan digital yang dapat diakses wisatawan dengan memindai QR Code di berbagai visitor touchpoint.

Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman mengatakan, panduan tersebut terutama membantu wisatawan dari negara yang belum terhubung dengan layanan QRIS Antarnegara.

“Indonesia Travel Pack membantu wisatawan dari negara yang belum tercakup dalam layanan QRIS Antarnegara dalam memilih layanan pembayaran yang akan digunakan untuk bertransaksi selama berada di Indonesia,” ujar Aida.

Menurutnya, langkah tersebut penting karena Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025. Dari jumlah itu, sekitar 60,23 persen berasal dari negara yang belum tercakup QRIS Antarnegara.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai kemudahan pembayaran dapat membuat kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

“Sinergi Bank Indonesia dalam penguatan sistem pembayaran, Kemkomdigi dalam penyediaan infrastruktur, serta Kemenekraf dalam promosi perdagangan dan pariwisata diperlukan untuk membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM Indonesia,” katanya.

QRIS Antarnegara Tembus Rp6,2 Triliun

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebut perluasan QRIS Antarnegara menjadi bagian penting dalam menghubungkan sistem pembayaran Indonesia dengan negara lain.

Sejak 2022 hingga Agustus 2026, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara. Transaksi wisatawan mancanegara di Indonesia mencapai 17,8 juta transaksi senilai Rp6,20 triliun.

Sementara transaksi wisatawan Indonesia di luar negeri mencapai 5 juta transaksi senilai Rp1,85 triliun. Dengan demikian, nilai net inbound QRIS Antarnegara mencapai Rp4,60 triliun.

Filianingsih menegaskan, konektivitas digital tidak bisa hanya mengandalkan teknologi. Regulator, industri, dunia usaha, asosiasi dan masyarakat harus bergerak dalam arah yang sama.

“Technology sets the pace. Collaboration sets the direction.”

QRIS Antarnegara juga mendapat penghargaan 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi dari Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop.

Halaman:

Tags

Terkini